BAB bayi ternyata bukan sekadar soal rutin atau tidak, tetapi juga bisa menjadi petunjuk penting tentang kesehatan saluran cerna si kecil. Mulai dari bentuk, warna, ukuran, hingga frekuensinya, semuanya bisa memberi gambaran apakah pencernaan bayi dalam kondisi normal atau justru perlu diwaspadai.
Dokter Spesialis Anak yang juga Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), menjelaskan bahwa kondisi BAB sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup.
“Kita semua pernah mengalami BAB yang kadang cair, kadang keras, dan itu sangat dipengaruhi oleh diet kita dan lifestyle,” katanya dalam acara diskusi media Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker di Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Bentuk BAB Bisa Tunjukkan Kondisi PencernaanSalah satu hal pertama yang perlu diperhatikan orang tua adalah bentuk feses.
Jika bentuknya berair, ini bisa mengarah pada diare. Sebaliknya, jika BAB bayi bulat kecil, keras, atau seperti kotoran kambing, ini bisa menjadi tanda konstipasi atau sembelit.
Nah, pada anak usia di atas 1 tahun, orang tua bisa mengenali pola BAB lewat Bristol Stool Chart. Bentuk BAB yang paling ideal biasanya menyerupai pisang, ular, atau sosis. Jika teksturnya masih agak lunak, itu juga masih bisa tergolong normal.
“Yang tipe kelima itu soft seperti marshmallow. Marshmallow itu sebenarnya juga masih di borderline, kadang normal, kadang nggak. Tapi kita boleh memasukkan asupan serat yang lebih mencukupi,” ucap dr. Frieda.
Warna BAB Normal Tidak Selalu CokelatSelain bentuk, warna BAB juga penting diperhatikan. Warna yang masih dianggap normal biasanya berada pada rentang oranye hingga hijau. Namun, orang tua perlu waspada jika BAB anak berwarna:
-Putih
-Kuning pucat
-Abu-abu
-Seperti dempul
Warna-warna tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran empedu dan perlu segera diperiksakan ke dokter.
Jika ada darah segar pada BAB, bisa jadi perdarahan berasal dari bagian bawah saluran cerna. Sementara itu, jika BAB tampak hitam pekat dan berbau seperti ter, kondisi ini bisa menandakan perdarahan dari saluran cerna bagian atas dan perlu segera mendapat penanganan medis.





