MENJELANG batas waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Teheran dilaporkan telah menyerukan kepada kaum muda Iran untuk membentuk “rantai manusia” simbolis di sekitar pembangkit listrik utama Iran.
Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran telah menyerukan kepada kaum muda negara itu, termasuk atlet, seniman, dan pelajar, untuk berkumpul di sekitar lokasi-lokasi tersebut mulai pukul 14.00 (waktu setempat), Selasa (7/4) seperti dilaporkan CBC News.
Hal itu terjadi sekitar 13 jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, yang berakhir pada pukul 03.30 (waktu setempat) pada hari Rabu.
Baca juga : Iran Tipu AS dengan Senjata Palsu, Trump Ultimatum Hormuz
“Aksi ini (rantai manusia) telah dibentuk atas usulan para pemuda itu sendiri,” kata Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, dalam sebuah pesan video.
Donald Trump telah memperluas ancamannya terhadap Iran dengan menyasar semua pembangkit listrik dan jembatan seiring mendekatnya batas waktu ultimatumnya untuk mencapai kesepakatan, sementara Teheran menolak usulan gencatan senjata selama 45 hari dan menyatakan ingin mengakhiri perang secara permanen.
Serangan AS dan Israel meningkat bahkan sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump, dengan media Iran melaporkan bahwa sebuah jembatan kereta api dan jaringan listrik terkena serangan, serta AS melancarkan serangan baru terhadap pusat ekspor minyak di Pulau Kharg.
Sebanyak 18 warga sipil tewas akibat serangan tersebut di satu provinsi saja pada hari Selasa, menurut seorang pejabat Iran.
Trump telah mengindikasikan bahwa ia tidak akan memberi Iran waktu lebih lama untuk membuat kesepakatan, tetapi ia mengatakan pada hari Senin bahwa ia yakin rezim tersebut sedang bernegosiasi “dengan itikad baik,” dan ia menyebut serangkaian proposal yang dikirim Teheran sebagai tanggapan atas proposal perdamaian 15 poin dari pemerintahannya sebagai langkah signifikan. (H-4)





