Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) tengah mempercepat proses konsolidasi 15 BUMN sektor logistik menjadi satu entitas tunggal. Langkah strategis ini ditargetkan dapat diselesaikan sepenuhnya dalam waktu satu bulan ke depan sebagai bagian dari transformasi besar bisnis plat merah.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa penyatuan ini bertujuan untuk memperkuat daya saing sekaligus memastikan manfaat layanan logistik nasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia melalui proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.
"Kita akan mengonsolidasikan 15 (BUMN logistik), sudah mulai prosesnya. InsyaAllah juga dalam satu bulan ini akan selesai dan akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional," ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Dalam rencana restrukturisasi ini, PT Pos Indonesia diproyeksikan menjadi perusahaan jangkar (anchor company) yang akan membawahi berbagai anak usaha BUMN dalam ekosistem logistik, termasuk di antaranya PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik, dan PT KAI Logistik.
Dony menambahkan bahwa percepatan ini sejalan dengan target restrukturisasi BUMN yang dicanangkan rampung pada tahun ini guna mengoptimalkan kemampuan bisnis perusahaan milik negara.
"InsyaAllah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," imbuh dia.
Langkah rasionalisasi ini senada dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menekankan pentingnya efisiensi BUMN melalui restrukturisasi untuk memperkuat posisi di tingkat global. Presiden menilai keberhasilan model konsolidasi satu manajemen telah terbukti pada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang didirikan tahun lalu.
"Jadi, premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen," ujar Prabowo dalam sambutannya pada peringatan satu tahun Danantara bulan lalu.
Melalui penggabungan 15 perusahaan logistik ini, pemerintah optimistis dapat menciptakan sistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan kompetitif di masa depan.
Editor: Redaksi TVRINews





