Respons Danantara soal WIKA Rugi Rp 1,6 Triliun Gara-gara Whoosh

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, pihaknya akan membereskan perihal PT Wijaya Karya (WIKA) yang rugi Rp 1,6 triliun karena proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

"Ya itu salah satu contohnya. Jadi, kan itu yang lama kita bereskan. Jadi, mereka tidak akan lagi terlibat di dalam kereta api, karena tidak in-line dengan bisnisnya mereka kan," ujar Dony, di Istana, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

"Jadi, memang penyelesaian itu satu per satu. Pasti teman-teman tahu lah, misalkan ada WIKA di sini, ada juga terkait juga dengan kereta api dengan Bukit Asam dan sebagainya. Ini kita bereskan, rapikan," sambung dia.

Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Ray Dalio di Istana Bahas Penguatan Peran Danantara

Dony memastikan akan menyelesaikan persoalan Whoosh.

Dia menekankan tidak ingin hanya menyelesaikan masalah di permukaan saja.

"Jadi, lihat satu per satu kan mulai mencermati, lihat ya? Kemarin, PT Pos sudah berubah direksinya, kemudian kita akan konsolidasikan logistics company-nya ada 15. Dan kemudian aset manajemen. Kemudian di Danareksa satu per satu sudah kita alihkan juga. Nah, minggu ini semua anak perusahaan Danareksa akan pindah ya ke DAM, sehingga Danareksa itu clean," imbuh Dony.

Sepanjang 2025, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mencatat rugi sebesar Rp 9,7 triliun, sementara pada tahun 2024, rugi bersih perseroan mencapai Rp 2,33 triliun.

Baca juga: Kemenkeu akan Ambil Alih PT KCIC yang Kelola Whoosh

Salah satu penyumbang kerugian WIKA adalah keterlibatannya dalam konsorsium pemegang saham Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.

Di PT Pilar Sinergi BUMN (PSBI), WIKA mengempit saham 33,36 persen.

Untuk diketahui, PT PSBI adalah pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

WIKA sendiri menjadi salah satu BUMN yang mendapat penugasan sebagai pemegang saham PT KCIC, sekaligus ikut terlibat mengerjakan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Baca juga: Prabowo Senang, Dapat Laporan Return on Assets Danantara Naik 300 persen

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dikutip dari Laporan Keuangan WIKA tahun 2025 yang dipublikasikan di laman resminya, WIKA mencatatkan kontribusi kerugian sebesar Rp 1,66 triliun sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya di PT PSBI.

Sementara itu, pada tahun 2024, bagian kerugian yang harus ditanggung WIKA di PT PSBI mencapai Rp 1,57 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muncul Isu Reshuffle, Seskab Teddy: Tunggu Saja
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Wapres Gibran Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer di NTT
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot Semarang Percepat Pemulihan Dampak Puting Beliung di Gedawang, 65 Rumah Rusak
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Ibu Jadi Nggak Doyan Pedas setelah Melahirkan? Ini Alasannya
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Sporting CP vs Arsenal di Liga Champions, Kick-off Jam 02.00 WIB
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.