Plafon Terminal 3 Soetta Jebol karena Hujan, Komisi VI Bakal Panggil-Evaluasi InJourney

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Firnando Hadityo Ganinduto mengungkapkan pihaknya akan memanggil jajaran direksi InJourney.

Pemanggilan itu menyusul jebolnya plafon di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, saat hujan deras.

Firnando menyebut, DPR akan melakukan evaluasi menyeluruh dan meminta penjelasan, kenapa insiden ini bisa terjadi.

"Sebagai tindak lanjut, Komisi VI DPR RI dalam waktu dekat akan segera memanggil jajaran direksi BUMN InJourney untuk meminta penjelasan dan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini. Langkah ini penting guna memastikan perbaikan sistem dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta," ujar Firnando, dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Jebolnya Plafon Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Imbas Hujan Deras

Firnando menyampaikan, insiden jebolnya plafon Terminal 3 Bandara Soetta menjadi perhatian serius dalam menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan bandara internasional maupun nasional.

Sebab, kata dia, peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut sempat menimbulkan kepanikan penumpang, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa dan operasional tetap berjalan normal.

"Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan infrastruktur bandara, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem. Bandara sebagai fasilitas publik strategis harus selalu dalam kondisi aman dan nyaman," ujar dia.

Firnando menyoroti peran penting InJourney sebagai BUMN pengelola bandara, khususnya Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara.

Baca juga: Ridwan Kamil Tak Kunjung Diperiksa Lagi, Ketua KPK: Sedang Dikaji Penyidik

Menurut dia, kesan pertama terhadap Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas layanan dan fasilitas bandara internasional.

"Kualitas bandara tidak boleh hanya berfokus pada tampilan semata, tetapi juga pada kekuatan konstruksi," ucap Firnando.

"Faktor cuaca tidak dapat dijadikan alasan utama, karena dalam perencanaan pembangunan, seluruh risiko termasuk beban akibat curah hujan seharusnya telah diperhitungkan secara matang," sambung dia.

Firnando menilai, belum terlihat langkah mitigasi yang komprehensif pascakejadian, termasuk dari pihak manajemen BUMN InJourney.

Dia menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam menjelaskan insiden kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan infrastruktur negara.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/4/2026) siang tak hanya mengganggu operasional penerbangan, tetapi juga memicu jebolnya plafon di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB itu sempat membuat panik para penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elev8 Lakukan Eksperimen Trading di Ketinggian Stratosfer, Uji Ketahanan Sistem Global
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Empat Perjalanan Kereta dari Jakarta Ini Dibatalkan Imbas KA Bangunkarta Anjlok
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Benarkah Gaji Menteri Akan Dipotong, Istana Beri Klarifikasi Resmi
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
AIA Vitality Women’s 10K Digelar Lagi, Jadi Ruang Aman untuk Perempuan Berlari
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Usul Perampasan Aset Hasil Bisnis Narkoba Masuk dalam RUU Narkotika
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.