Pemerintah Perketat Pengawasan Harga dan Pastikan Stok Beras Nasional Sangat Aman

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Pemerintah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan harga pangan di tengah potensi dampak El Nino serta gangguan pasokan global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas strategis seperti kedelai.

Kementerian Pertanian berencana melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan harga di pasar tetap terkendali dan terjangkau oleh masyarakat.

“Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” kata Menteri Amran sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Dalam keterangannya, Mentan juga mengimbau para importir kedelai untuk mengedepankan empati terhadap kondisi masyarakat. Selain pengawasan harga, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok utama, khususnya beras, berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.

“Posisinya sangat aman. Bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Selanjutnya, kita fokus pada langkah menghadapi El Nino,” ujar Amran.

Berdasarkan data terkini, kondisi stok pangan nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat. Lonjakan stok beras pada bulan April ini bahkan disebut sebagai pencapaian tertinggi dalam sejarah perberasan nasional.

“Alhamdulillah, stok beras kita mencapai 4,6 juta ton hari ini. Pada April, insya Allah bisa mencapai 5 juta ton. Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Sebelumnya, pada April hanya sekitar 1,5 hingga maksimal 2 juta ton. Artinya, sekarang hampir tiga kali lipat dan patut kita syukuri,” jelasnya.

Pemerintah juga telah memetakan ketersediaan pangan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama enam bulan ke depan. Selain stok di gudang pemerintah, pasokan di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) serta tanaman siap panen (standing crop) turut memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Stok kita nanti sekitar 5 juta ton. Kemudian di sektor horeka (hotel, restoran, dan katering) terdapat sekitar 12,5 juta ton. Selain itu, standing crop atau tanaman yang siap panen saat ini mencapai sekitar 11 juta ton. Totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan,” ungkapnya.

Dengan proyeksi kebutuhan konsumsi nasional sekitar 2 juta ton per bulan, pemerintah optimistis Indonesia mampu melewati periode kemarau dengan kondisi pangan yang tetap terjaga.

“Pada musim kemarau sekitar enam bulan, berdasarkan pengalaman saat El Nino, kebutuhan sekitar 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton. Artinya, hingga sekitar Mei ke depan kita masih dalam kondisi cukup. Apalagi puncak panen terjadi pada Maret dan periode kering hanya enam bulan, sehingga kondisi tetap aman,” pungkasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungi Minahasa, Wapres Pastikan Kualitas Program MBG & Peningkatan Fasilitas Pendukung Bagi Siswa
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Media Korea Bocorkan Tim yang Dipilih Megawati Hangestri Jika Resmi Main di Liga Voli Korea 2026-2027
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala BGN Luruskan Video Viral Motor Listrik BGN
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Dampak Izin Dicabut Buat Siswa SMK IDN Bogor Mengungsi ke Sekolah Lain, Kuasa Hukum: Menuntut Adaptasi Ulang
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Bikin 4 Pemain Timnas Indonesia Dilarang Bermain, NAC Breda Sebentar Lagi Bisa Kena Hukuman
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.