Pemerintah Kucurkan Insentif ke Maskapai, INACA: Tepat Sasaran

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta 

Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan di tengah tren kenaikan harga minyak dunia. Kali ini, industri maskapai menjadi sektor yang mendapat perhatian. 

Selama ini, maskapai tengah tertekan akibat naiknya harga avtur. Harga avtur sendiri menyumbang biaya operasional maskapai hingga mencapai 40 persen. Alhasil, pemerintah menaikkan fuel surcharge untuk seluruh jenis pesawat menjadi 38 persen. 

Tak hanya itu, untuk mencegah kenaikan harga tiket pesawat, pemerintah kemudian menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui skema Ditanggung Pemerintah (DTP). Stimulus ini direncanakan berlangsung selama dua bulan dengan total anggaran Rp2,6 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa penurunan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Insentif ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional maskapai.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai kebijakan yang diberikan pemerintah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami melihat kebijakan ini sudah sesuai dengan kebutuhan maskapai serta masyarakat, serta terdapat dukungan dari pemerintah melalui kebijakan penghapusan sementara PPN 11 persen dan penghapusan bea masuk sparepart menjadi 0 persen," kata Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, dikutip Selasa, 7 April 2026.

Denon berharap kebijakan ini dapat segera diimplementasikan di lapangan sehingga mampu membantu operasional maskapai dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan, sekaligus mendukung konektivitas transportasi udara.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan insentif ini diberikan sebagai arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Dengan demikian, di saat beberapa maskapai di dunia berlomba-lomba menaikkan harga tiket secara signifikan, pemerintah mampu menahan laju kenaikan harga tiket di kisaran 9–13 persen.

“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya," kata Airlangga.

Perlu diketahui, harga avtur domestik saat ini tercatat sebesar Rp23.551 per liter. Harga ini masih lebih murah dibandingkan dengan Thailand dan Filipina, yang masing-masing mencapai Rp29.518 dan Rp25.326 per liter.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modus Pakai Seragam TV Swasta, Pelaku Penipuan Jual Beli Motor di Mampang Prapatan Jakarta Selatan Berhasil Diringkus
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Kalimat Orang Tidak Kompeten yang Merasa Dirinya Cerdas di Tempat Kerja
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tiket Pesawat Naik Gegara Harga Avtur Tinggi, Menhub Dudy: Ini Tak Dapat Dihindari
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Ada Kabar Reshuffle Kabinet, Seskab Teddy: Tunggu Saja
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Ajukan Kasasi Vonis Bebas Delpedro Cs
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.