Budapest: Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan bahwa tenggat waktu (deadline) yang ditetapkan Presiden Donald Trump terkait Selat Hormuz dan ancamannya untuk menyerang infrastruktur Iran diperpanjang 12 jam ke depan dari jadwal semula.
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di Budapest, Selasa, 7 April 2026.
Saat ditanya mengenai ancaman Trump, Vance mengatakan masih menunggu perkembangan terbaru, termasuk komunikasi internal pemerintahan.
"Saya belum bisa mengatakan lebih jauh sebelum membaca pesan tersebut," ujarnya, merujuk pada pesan yang diterimanya dari utusan khusus AS Steve Witkoff.
"Presiden telah menetapkan tenggat waktu sekitar 12 jam dari sekarang di Amerika Serikat. Kita akan mengetahuinya, tetapi akan ada banyak negosiasi antara sekarang dan saat itu, dan saya berharap itu akan mencapai resolusi yang baik," sambungnya, dikutip dari Viory, Selasa, 7 April 2026.
Terkait konflik militer, Vance menyatakan bahwa pendekatannya adalah berharap berada di pihak yang benar.
"Sikap saya terhadap konflik militer selalu berharap bahwa kita berada di pihak yang benar," ujarnya.
Sementara itu, Trump melalui media sosial kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait Iran. Ia menyebut kemungkinan kehancuran besar jika tidak tercapai kesepakatan, namun juga membuka peluang perubahan politik di negara tersebut.
Sebelumnya, pada Minggu lalu, Trump menetapkan tenggat terbaru bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Konflik meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, konflik yang telah memasuki pekan keenam tersebut menelan ribuan korban jiwa. Iran melaporkan lebih dari 2.000 korban tewas, sementara Amerika Serikat mengonfirmasi sedikitnya 13 personel militernya tewas. Israel juga melaporkan sekitar 24 korban jiwa.
Baca juga: Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Abaikan Ancaman Ultimatum Trump




