Avtur Naik, Tiket Umrah Ikut Melonjak

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang baru saja diumumkan pemerintah berdampak langsung pada tarif penerbangan internasional, termasuk rute menuju Arab Saudi. 

Sejumlah maskapai, termasuk Garuda Indonesia, telah mulai menyesuaikan harga tiket, terutama untuk kebutuhan perjalanan ibadah haji dan umrah.

Kenaikan harga ini tentu juga dirasakan pelaku industri travel haji dan umrah. Salah satunya disampaikan  Manager Operasional 24Visa sekaligus Tour Leader IZI Travel, Fadhil Fathurrahman.

“Kami konsentrasinya di travel haji, jadi memang kenaikan harga avtur ini baru diumumkan pemerintah semalam diiringi dengan kenaikan harga tiket maskapai. Jadi semalam itu kami baru dapat pemberitahuan dari maskapai Garuda,” ujar Fadhil kepada Celebesmedia.id, Selasa (7/4).

Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga tiket mencapai sekitar 13 persen. Jika sebelumnya harga tiket ke Arab Saudi berada di kisaran Rp15 jutaan, kini meningkat menjadi sekitar Rp16,8 juta.

"Sejauh ini baru pihak maskapai Garuda yang menginfokan menaikan harga tiket kurang lebih 13 persen. Harga tiket ke Saudi sekitar Rp16.800.000 dari sebelumnya Rp15.000.000, kurang lebih seperti itu, naiknya sekitar satu jutaan lebih,” jelasnya.

Kenaikan harga avtur menjadi faktor krusial dalam industri penerbangan. Biaya bahan bakar bahkan menyumbang hingga 60 persen dari total operasional maskapai.

“Apalagi harga tiket pesawat itu sekitar 60 persen dari biaya operasional. Jadi memang sangat berpengaruh,” tambah Fadhil.

Meski demikian, ia menilai kondisi ini masih bisa dikelola selama komunikasi kepada jamaah dilakukan dengan baik. Saat ini, musim umrah tengah berada di fase jeda setelah periode ramai berakhir.

“Karena ini musim umrah sudah berakhir, artinya harga saat ini masih sama. Tapi saat awal musim otomatis ada penyesuaian harga,” katanya.

Selain kenaikan harga, Fadhil juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi pelaku travel, yakni keterbatasan ketersediaan kursi penerbangan.

“Tapi sebenarnya tidak ada masalah, tinggal menginformasikan kembali ke jamaah. Tapi kondisi sekarang bukan hanya tentang kenaikan harga, tetapi juga ketersediaan maskapai,” ungkapnya.

Kenaikan harga avtur sendiri diumumkan pemerintah melalui kebijakan terbaru sektor energi dan berdampak langsung pada industri penerbangan nasional.

 Berdasarkan laman resmi Pertamina yang diakses Selasa 6 April, harga avtur berbeda-beda tiap bandara. Umumnya avtur domestik pada sejumlah bandara di Indonesia setelah terjadinya lonjakan harga berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter. 

Misalnya harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per awal April 2026 berada di kisaran Rp 23.551 per liter, harga ini naik dari data sebelumnya pada Maret 2026 sebesar Rp13.656 per liter atau naik sekitar 72,45 persen dalam sebulan.

Sementara setelah ada penyesuaian, harga avtur termahal di Bandara Dumatubin Kepulauan Kei, Maluku Tenggara Rp25.632 per liter dan yang termurah Bandara Soekarno-Hatta Rp23.551 per liter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mariolo Rent Group Usung Layanan Rental Mobil Mudah dan Berkualitas
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Pemkot Jakarta Utara Fasilitasi UKM Urus Izin Edar untuk Tembus Pasar Lebih Luas
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Menang di Laga Tandang, Bos Persib Akui Keseriusan Maung Bandung untuk Jadi Juara
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Jalur Bumiayu usai KA Bangunkarta Anjlok, Kedatangan Kereta Terlambat 3 Jam
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Teror Geng Motor di Makassar Sasar Juru Parkir, Leher Korban Tertancap Panah
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.