Shinta Purwitasari Dua Kali Pimpin Kantor Pertanahan: Kartini di Dunia Agraria

eranasional.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Shinta Purwitasari pernah menjabat dua kali sebagai Kepala Kantor Pertanahan diantaranya Kantah Kota Tangerang Selatan dan Kantah Jakarta Barat, sosok  perempuan tangguh yang bersinar di dunia agraria.

Perempuan asal Yogyakarta ini tak hanya membawa kecantikan dan kelembutan, tetapi juga ketegasan serta semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya. Baginya, menjadi pemimpin bukan soal gender, melainkan soal kemampuan dan komitmen.

“Perempuan zaman sekarang harus maju, tangguh, dan bertanggung jawab. Kita tidak kalah dengan laki-laki,” ujar Shinta saat ditemui di kantornya, Jakarta Barat, Selasa (7/4).

Mengusung semangat R.A. Kartini, Shinta percaya perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, apa pun profesinya. Di dunia agraria yang penuh tantangan mulai dari konflik hingga sengketa tanah ia justru melihat peluang untuk menunjukkan kepemimpinan perempuan yang humanis.

Menariknya, pendekatan yang ia gunakan sering kali lebih mengedepankan empati. “Saya bisa melakukan pendekatan dari hati ke hati. Justru itu menjadi kekuatan sebagai perempuan,” ungkapnya.

Perjalanan profesionalnya juga tak kalah menarik. Sebelum bergabung dengan Kementerian ATR/BPN, Shinta pernah berkarier sebagai seorang lawyer selama empat tahun. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam memahami berbagai persoalan hukum, khususnya yang berkaitan dengan pertanahan.

Perjalanan akademiknya pun inspiratif. Shinta menyelesaikan dua program sarjana sekaligus, yakni Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia dan Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia hingga meraih gelar doktor di Universitas Trisakti.

“Pendidikan adalah kunci,” tegasnya sebuah prinsip yang terus ia pegang hingga kini.

Kariernya di Kementerian ATR/BPN dimulai dari bawah sebagai staf. Berkat dedikasi dan prestasi, ia terus menapaki jenjang karier, mulai dari kepala seksi, kepala subdirektorat, kepala bagian, hingga dipercaya memimpin Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan. Kini, untuk kedua kalinya, ia dipercaya memimpin kantor pertanahan kali ini di Jakarta Barat.

Meski tantangan di dunia pertanahan tidak ringan, Shinta tetap optimistis. Ia berkomitmen menjalankan program kerja yang berpihak pada masyarakat serta mendukung tata kelola pertanahan yang lebih baik.

Bagi Shinta, menjadi perempuan karier bukan berarti melupakan peran kodrati. Ia justru melihat keseimbangan sebagai kekuatan.

“Kita harus menunjukkan bahwa perempuan mampu. Tapi tetap ingat peran kita sebagai ibu dan istri,” tutupnya.

Kisah Shinta Purwitasari menjadi inspirasi bahwa perempuan Indonesia hari ini bukan hanya bermimpi, tetapi juga berani melangkah dan memimpin. Sebuah potret nyata Kartini masa kini yang menginspirasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WIKA Tak Lagi Terlibat dalam Whoosh, BP BUMN Akan Kembalikan Perusahaan ke Fokusnya
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya Sinyalkan Skema Pengelolaan Whoosh, Sudah Final?
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Disinggung Soal Jodoh, Natasha Wilona Justru Fokus Bahagiakan Sang Ibu
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Empat Tersangka Pembunuhan Tiga Warga di Tambrauw Ditahan, Enam Pelaku Masih Buron
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Legislator Usul Buat Kawasan Khusus untuk Ganja Medis: Bisa Dibangun di Maluku
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.