tvOnenews.com - Perdebatan panas antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dengan Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules viral di media sosial.
Perdebatan ini dipicu oleh adanya persoalan lahan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) di wilayah Tanah Abang dikuasai oleh ormas milik Hercules.
Momen ini viral setelah diunggah oleh Maruarar Sirait pada akun Instagram miliknya saat meninjau lahan tersebut.
Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara didampingi oleh sejumlah jajaran petinggi, seperti Dirut PT KAI Bobby Rasyidin hingga Kepala BP BUMN Dony Oskaria dengan tujuan mempercepat hunian bagi rakyat.
Sesampainya di lokasi lahan, Menteri Ara didatangi oleh Hercules. Kemudian Menteri PKP itu menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke lokasi tersebut.
“Saya datang kesini baik-baik, punya itikad baik terbuka. Saya jelaskan siapa saya. Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya,” ungkap Menteri PKP, Maruarar Sirait kepada Hercules.
- Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Julio Trisaputra
Menanggapi Ara, Hercules menegaskan bahwa lahan yang dikelola ormasnya memang lahan milik negara, namun statusnya adalah HPL (Hak Pengelolaan Lahan).
Oleh karena itu, Hercules mengatakan bila memang negara menginginkan lahan tersebut, ia pun tidak keberatan jika digunakan untuk membangun hunian.
“HPL itu untuk mengelola lahan, tapi bukan untuk memiliki. Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan,” ujar Hercules.
Untuk memastikan, Hercules meminta Menteri PKP bertemu Presiden Prabowo untuk memastikan legalitas lahan.
“Tapi saya ingatkan, ini bukan punya negara. Kalau memang punya negara, saya kasihkan. Kalau bukan punya negara saya tidak kasihkan,” tegas Hercules.
“Silahkan bapak besok bertemu Presiden, pak Menteri yang terhormat,” sambungnya.
Kemudian, Ara kembali menegaskan kepada Hercules untuk memastikan bahwa menurutnya lahan tersebut hanya bersifat HPL.
“Saya ulangi ya. Jadi menurut bapak Hercules, ini bukan tanah negara?” tanya Ara.




