Bisnis.com, PALEMBANG — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia menggandeng 11 travel agent dan tour operator asal Malaysia untuk menjajaki penyusunan paket wisata ke Sumatra Selatan (Sumsel) yang menggabungkan layanan kesehatan dengan destinasi unggulan di Palembang dan sekitarnya.
Kunjungan ini secara khusus ditunjukkan untuk memperkenalkan peluang health tourism atau wisata medis di Sumsel melalui layanan di RSUD Siti Fatimah.
First Secretary (Economy) KBRI Malaysia Maria Kusumanegeri menjelaskan, outcome utama dari kunjungan ini adalah hadirnya paket wisata yang lebih komprehensif bagi wisatawan Malaysia.
"Yang kita undang utamanya memang travel agent dan tour operator dari Malaysia. Outcome utamanya adalah mereka punya paket wisata ke Sumsel, Palembang khususnya," kata Maria Kusumanegeri, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, paket tersebut tidak hanya menawarkan destinasi wisata alam dan kuliner, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan layanan kesehatan seperti general check-up maupun pengobatan lainnya.
"Kalau ada yang perlu berobat atau check-up, bisa datang bersama keluarga ke sini. Setelah itu mereka bisa lanjut ke destinasi utama di Sumsel atau Palembang lainnya," imbuhnya.
Baca Juga
- ASN Pemprov Sumsel Mulai WFH Pekan Ini, Layanan Esensial Tetap Tatap Muka
- Sumsel Uji Coba Sistem Siguntang, Ratusan Kendaraan Menunggak Pajak
- Harga Kelapa Sawit di Sumbar Melejit, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman mengatakan kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus pasien yang memanfaatkan layanan kesehatan di daerah tersebut.
"Semoga dengan adanya kunjungan ini dapat menambah wawasan dan nantinya banyak kunjungan wisatawan yang menjadikan Sumatera Selatan sebagai tujuan berobat dan wisata," ujarnya.
Dia menambahkan, pascapeluncuran program wisata kesehatan, pemerintah daerah masih fokus memperkuat kerja sama dengan travel agent dan memperkenalkan layanan kesehatan yang tersedia, terutama untuk menarik pasien domestik pada tahap awal.
"Iya, karena ini baru launching, kita bersiap dengan kerja sama dengan wisata-wisata travel agent dan juga kita sudah kenalkan. Jadi masih tahap proses untuk mengajak pasien dari dalam negeri maupun luar negeri," jelasnya.
Ketua DPD ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Sumsel Feby Yoland Effendy menambahkan, kunjungan travel agent dari Malaysia berpotensi besar mendorong pengembangan sektor pariwisata, khususnya health tourism atau wisata kesehatan di Sumsel.
Dia menilai, kehadiran ini juga membuka peluang perluasan paket wisata Sumsel, yang selama ini didominasi destinasi umum seperti Palembang City Tour, Pagar Alam, hingga kawasan Ogan Ilir.
Sehingga, lanjutnya, Sumsel tidak hanya menawarkan pilihan paket wisata kuliner, religi, dan sejarah, tetapi juga wisata kesehatan.
"Selain kuliner, religi, dan sejarah, kita juga punya health tourism. Ini yang harus terus kita perkenalkan, baik kepada wisatawan domestik maupun internasional, salah satunya wisatawan dari Malaysia," tutupnya.





