Kapal pukat teri milik nelayan terbakar di perairan Belawan, Sumatera Utara, pada Selasa (7/4) sekitar pukul 02.10 WIB. Akibatnya, tiga anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan lima lainnya hilang.
Kadispen Koarmada I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan mengatakan bahwa kejadian bermula saat kapal sedang menangkap ikan di sekitar perairan timur Belawan.
Kemudian, saksi bernama Aliman melihat kondisi turbo mesin panas memerah dan tiba-tiba meledak, diikuti dengan ledakan tabung gas elpiji 12 kg.
"Saudara Aliman pergi ke kamar Aciu alias tekong (saksi 2) untuk meminjam charger handphone milik Aciu. Kemudian Aliman turun untuk mengecas dan melihat kondisi turbo mesin kapal panas memerah. Melihat kondisi mesin tersebut, Aliman melaporkan ke Aciu sambil mengembalikan charger handphone milik Aciu. Belum sempat melaporkan, tiba-tiba mesin meledak disusul ledakan tabung gas 12 kg," kata Wahyu dalam keterangannya, Selasa (7/4).
Para ABK tersebut melompat dari kapal untuk menyelamatkan diri karena api semakin membesar.
"Saat itu juga para ABK berteriak 'kebakaran-kebakaran' dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri karena api semakin membesar," ujar Wahyu.
Selang 30 menit, kapal lain berusaha mendekati kapal yang terbakar tersebut dan menolong beberapa ABK yang melompat ke laut. Sebanyak 13 ABK berhasil diselamatkan dan tiga ditemukan tidak bernyawa.
"Beberapa ABK berhasil diselamatkan. Sekitar 30 menit kemudian, muncul mengapung tiga orang ABK dalam kondisi tidak bernyawa. Sebanyak 13 ABK berhasil selamat naik ke kapal lain, dua di antaranya mengalami luka bakar ringan. Sedangkan lima ABK hilang," ucap Wahyu.
Identitas lima ABK yang hilang di antaranya Aris (50), Roy (40), Lubis (50), Ambon (50), dan Mr. X (50).
Pihak TNI Angkatan Laut akan melakukan pencarian terhadap ABK yang masih hilang pada esok hari bersama Basarnas Belawan.





