Setelah melihat kawah bulan, gerhana matahari, hingga mengalami gangguan komunikasi, awak misi Artemis II Badan Antariksa AS (NASA) telah menyelesaikan perjalanan mengelilingi bulan yang begitu menegangkan. Kini, mereka bersiap untuk kembali ke Bumi.
Sebelumnya, keempat astronot Jeremy Hansen, Christina Koch, Reid Wiseman, dan Victor Glover menghabiskan hari-hari mereka di dalam kapsul antariksa, Orion, mengamati detail struktur permukaan bulan. Mereka juga mendeskripsikan kilatan cahaya yang dipicu oleh hantaman meteorit hingga turut menyaksikan gerhana matahari saat bulan melintas di depan matahari.
Luar angkasa yang mengagumkan dan antusiasme di Bumi"Ini terasa seperti mimpi," kata salah satu astronot, Glover, soal pengalamannya. "Sungguh sulit untuk dijelaskan," katanya.
"Ini luar biasa," Astronot Wiseman meminta pusat kendali memberikan "20 kata superlatif baru" untuk menggambarkan fenomena yang mereka amati.
Di Pusat Kontrol NASA di Bumi, suasana pun penuh antusiasme. "Tidak bisa saya jelaskan betapa banyaknya temuan ilmiah yang telah kami peroleh," kata Kelsey Young, ilmuwan utama misi bulan tersebut, lewat komunikasi radio dari stasiun darat ke kapsul Orion yang membawa empat astronot tersebut.
Ia memuji pengamatan yang dilakukan para astronot. "Hari ini, mereka benar-benar telah membawa kita lebih dekat ke bulan dan kami tidak bisa cukup berterima kasih kepada mereka."
40 menit tanpa kontakSelama mengelilingi satelit Bumi, para astronot harus berjuang sendiri selama 40 menit. Di sisi yang menghadap jauh dari Bumi, tidak ada lagi kontak dengan stasiun darat. Jeda ini telah direncanakan karena sinyal radio tidak dapat mencapai sisi tersebut.
"Saya berdoa singkat, kemudian saya lanjut bertugas," kata Astronaut Glover menanggapi momen istimewa tersebut. Rasa lega juga terdengar dari astronot lainnya, Koch, saat kapsul telah keluar dari zona tanpa sinyal, "Kami akan selalu memilih Bumi, kami akan selalu memilih satu sama lain," kata Koch setelah koneksi kembali terjalin.
Beberapa jam sebelumnya, keempat astronot misi bulan itu telah mencetak rekor. Mereka menjauh dari Bumi ke titik yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya. Rekor sebelumnya sejauh 400.171 kilometer dari Bumi dicetak oleh misi Apollo-13 pada tahun 1970. Kru Artemis II mencapai jarak sejauh 406.778 kilometer dari Bumi dalam perjalanan mereka ke bulan.
Sebuah kawah yang dinamai CarrollAda juga momen yang mengharukan selama misi Artemis II. Keempat astronot tersebut menamai sebuah kawah di bulan dengan nama Carroll Taylor Wiseman, mendiang istri sang komandan misi, Reid Wiseman.
"Itu adalah titik terang di bulan," kata astronot asal Kanada, Hansen, dengan suara terisak saat upacara penamaan kawah disiarkan langsung saat mereka mengorbit bulan, "Dan kami menamainya Carroll." Pada waktu-waktu tertentu saat bulan melintasi langit Bumi, kawah tersebut dapat terlihat.
Komandan Wiseman meneteskan air mata, begitu pula rekan-rekan seperjalanannya. Keempat astronot itu saling berpelukan, sementara di Pusat Kontrol di Houston hening selama satu menit.
Carroll Taylor Wiseman meninggal karena kanker pada tahun 2020. Suaminya, Reid Wiseman, seorang mantan pilot Angkatan Laut dan pilot pesawat uji coba AS, yang sejak ditinggal sang istri menjadi orang tua tunggal bagi kedua putrinya.
Empat hari lagi sampai ke BumiKini, kapsul Orion telah memulai perjalanan pulang ke Bumi yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari. Perjalanan ini dilakukan melalui jalur kembali yang bebas - pesawat ruang angkasa akan kembali ke jalur menuju Bumi melalui lintasan berbentuk angka delapan besar, hanya dengan memanfaatkan gravitasi bulan dan tanpa dorongan tambahan.
Keempat astronot berangkat pada hari Rabu dari Pusat Antariksa Kennedy di negara bagian Florida, Amerika Serikat, untuk memulai perjalanan bersejarah mereka. Artemis II adalah misi berawak pertama menuju bulan setelah misi terakhir, Apollo, lebih dari 50 tahun lalu.
Bagi Glover, Koch, dan Wiseman, ini adalah penerbangan kedua ke luar angkasa, sedangkan bagi Hansen ini adalah penerbangan pertamanya. Koch adalah perempuan pertama, Glover adalah orang kulit berwana pertama, dan Hansen adalah orang Kanada pertama yang mengorbit bulan dalam misi tersebut.
NASA menargetkan pendaratan di bulan berikutnya pada tahun 2028. Terakhir kali astronot AS mendarat di bulan adalah pada tahun 1972 dengan Apollo 17. Setelah itu, program yang memakan biaya besar tersebut dihentikan. Pesaingnya, Cina, merencanakan pendaratan di bulan pada tahun 2030.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Ayu Purwaningsih
width="1" height="1" />
(haf/haf)





