Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kapasitas gudang masih mencukupi untuk menampung cadangan beras dan jagung nasional guna menjaga ketahanan pangan dan stabilitas pasokan.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa, Rizal mengatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini mencapai sekitar 4,59 juta ton.
Untuk mendukung penyimpanan cadangan pangan pemerintah, Bulog masih memiliki sisa kapasitas gudang sekitar 1,07 juta ton, sehingga memungkinkan penyerapan gabah petani di dalam negeri secara optimal selama memasuki masa panen.
"Kami laporkan jumlah cadangan beras pemerintah sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) tadi per hari ini (Selasa, 7 April 2026 red.) sudah 4,59 juta ton. Nah ini kami siapkan juga cadangan space gudang, masih tersisa 1,07 juta ton space gudang kami," kata Rizal dalam rapat tersebut.
Baca juga: Mentan minta Menkeu tambah anggaran bagi Bulog untuk sewa gudang
Dia menyampaikan kapasitas gudang juga didukung oleh jaringan gudang sewa yang mencapai total sekitar dua juta ton, serta tambahan kapasitas dari proses sewa lanjutan dan pembangunan fasilitas baru.
"Dengan perincian gudang yang kami sewa itu totalnya mencapai dua juta ton. Kemudian yang sedang proses sewa lanjutan (kapasitasnya) 7,62 (ton) dan sedang proses bangun sekitar 250 ton," ujarnya.
Sementara itu, cadangan jagung pemerintah tercatat mencapai 175.598 ton dengan total kapasitas gudang 275.444 ton, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan sekitar 99.846 ton untuk komoditas tersebut.
Ke depan, Bulog akan membangun 100 infrastruktur pascapanen untuk beras dan jagung sesuai arahan Presiden guna memperkuat sistem logistik dan meningkatkan efisiensi pengelolaan cadangan pangan nasional.
Baca juga: Dirut Bulog: Pembangunan 100 gudang baru perkuat pangan nasional
Sebelumnya, Bulog segera melakukan pembangunan 100 gudang baru guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.
Program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.
Adapun rencana pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit rice milling unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.
Dalam pelaksanaannya, setiap lokasi akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.
Rizal menuturkan pembangunan fisik akan dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.
Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.
Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.
Baca juga: Kesiapan gudang menyimpan stok beras 6 juta ton
Baca juga: Bulog siapkan gudang penyimpanan alternatif pastikan pasokan pangan
Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa, Rizal mengatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini mencapai sekitar 4,59 juta ton.
Untuk mendukung penyimpanan cadangan pangan pemerintah, Bulog masih memiliki sisa kapasitas gudang sekitar 1,07 juta ton, sehingga memungkinkan penyerapan gabah petani di dalam negeri secara optimal selama memasuki masa panen.
"Kami laporkan jumlah cadangan beras pemerintah sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) tadi per hari ini (Selasa, 7 April 2026 red.) sudah 4,59 juta ton. Nah ini kami siapkan juga cadangan space gudang, masih tersisa 1,07 juta ton space gudang kami," kata Rizal dalam rapat tersebut.
Baca juga: Mentan minta Menkeu tambah anggaran bagi Bulog untuk sewa gudang
Dia menyampaikan kapasitas gudang juga didukung oleh jaringan gudang sewa yang mencapai total sekitar dua juta ton, serta tambahan kapasitas dari proses sewa lanjutan dan pembangunan fasilitas baru.
"Dengan perincian gudang yang kami sewa itu totalnya mencapai dua juta ton. Kemudian yang sedang proses sewa lanjutan (kapasitasnya) 7,62 (ton) dan sedang proses bangun sekitar 250 ton," ujarnya.
Sementara itu, cadangan jagung pemerintah tercatat mencapai 175.598 ton dengan total kapasitas gudang 275.444 ton, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan sekitar 99.846 ton untuk komoditas tersebut.
Ke depan, Bulog akan membangun 100 infrastruktur pascapanen untuk beras dan jagung sesuai arahan Presiden guna memperkuat sistem logistik dan meningkatkan efisiensi pengelolaan cadangan pangan nasional.
Baca juga: Dirut Bulog: Pembangunan 100 gudang baru perkuat pangan nasional
Sebelumnya, Bulog segera melakukan pembangunan 100 gudang baru guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.
Program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.
Adapun rencana pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit rice milling unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.
Dalam pelaksanaannya, setiap lokasi akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.
Rizal menuturkan pembangunan fisik akan dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.
Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.
Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.
Baca juga: Kesiapan gudang menyimpan stok beras 6 juta ton
Baca juga: Bulog siapkan gudang penyimpanan alternatif pastikan pasokan pangan





