Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan melakukan investigasi internal terkait polemik rating game Indonesian Game Rating System (IGRS) di platform Steam yang dinilai janggal. Investigasi juga dilakukan oleh pihak Steam sebagai platform distribusi game.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Steam untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
“Menanggapi situasi terkini terkait insiden rating game di platform Steam, kami telah dan akan melakukan langkah investigasi, baik dari sisi internal Komdigi maupun dari sisi eksternal, dalam hal ini platform distribusi game,” kata Sonny dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Sonny menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Steam untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kami sepakat untuk melakukan investigasi di internal Komdigi dan secara eksternal di pihak Steam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, investigasi dilakukan untuk menelusuri sumber permasalahan, baik dari sisi sistem pemerintah maupun platform distribusi game, agar kejadian serupa tidak berulang.
“Kami juga telah melakukan investigasi, baik secara internal maupun eksternal, bersama dengan para pelaku industri game untuk mengidentifikasi celahnya,” ucapnya.
Kasus ini mencuat setelah ditemukan kejanggalan rating usia pada sejumlah game di Steam. Sonny mencontohkan adanya perbedaan mencolok antara rating game populer dan game anak.
“Contohnya, game seperti PUBG di platform Steam memiliki rating 3+, sementara game Upin Ipin Universe diberi rating 18+. Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal,” ungkapnya.
Terkait temuan tersebut, Sonny memastikan bahwa rating yang dinilai janggal saat ini sudah tidak lagi ditampilkan di platform Steam untuk menghindari kebingungan di masyarakat.
“Sudah tidak ada lagi rating yang janggal dan aneh tersebut karena telah diturunkan (take down) oleh Steam sambil mereka melakukan investigasi internal,” jelasnya.
Meski demikian, proses investigasi tetap berjalan untuk memastikan akar persoalan dan mencegah kejadian serupa terulang.





