Bisnis.com, JAKARTA - Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) berhadapan dengan risiko sanksi dari FIFA akibat chant bernada rasisme anti-muslim yang dinyanyikan penonton pada laga uji coba kontra Mesir.
FIFA mengambil tindakan terhadap Spanyol pada Selasa (7/4/2026) akibat insiden yang terjadi selama pertandingan melawan Mesir pada jeda internasional terakhir.
Dalam laga yang berakhir imbang 0-0 itu, Rabu (1/4/2026), para suporter Spanyol menyanyikan chant rasialis "If you don't jump, you're a Muslim."
Dilansir dari AS, FIFA menyatakan kekecewaannya atas peristiwa yang terjadi selama pertandingan dan memutuskan untuk memulai proses disipliner terhadap Federasi Sepak Bola Spanyol.
"Sanksi yang dihadapi RFEF berkisar dari denda hingga kewajiban untuk menampilkan pesan anti-rasisme pada pertandingan selanjutnya… Stadion diperkirakan tidak akan ditutup untuk umum pada pertandingan mendatang," bunyi pemberitaan AS.
Para suporter Spanyol di stadion mencemooh saat lagu kebangsaan Mesir diputar dan kemudian meneriakkan hinaan terhadap Islam.
Baca Juga
- FIFA Series Usai, John Herdman Main Bola Bareng Warlok di Lombok
- FIFA Jamin Keselamatan Timnas Iran di Piala Dunia 2026
- FIFA Tak Siapkan Rencana Khusus untuk Iran di Piala Dunia 2026
Aksi rasisme tersebut mendapat kecaman dari pelatih Timnas Spanyol Luis de La Fuente dan winger La Roja yang memeluk agama Islam, Lamine Yamal.
Polisi Catalunya juga telah meluncurkan penyelidikan atas peristiwa yang memicu reaksi marah di Mesir, Spanyol, dan negara-negara lain itu.
Wasit yang memimpin jalannya laga itu juga mencatat insiden negatif tersebut dalam laporan pertandingan yang dirujuk ke Komite Disiplin FIFA.
FIFA sendiri mengambil langkah tegas untuk kasus yang berkaitan dengan rasialisme dalam pertandingan sepak bola.
Organisasi yang dipimpin Gianni Infantino itu menyuarakan dukungan untuk pemain Real Madrid Vinicius Junior yang menjadi korban ucapan bernada rasis dalam pertandingan Liga Champions kontra Benfica beberapa waktu lalu.





