JAKARTA, DISWAY.ID - Seorang lansia kaya raya berusia 61 tahun di Tiongkok meninggal dunia dan meninggalkan harta sekitar Rp731 miliar kepada istri mudanya.
Situasi ini memicu kemarahan keluarga mantan istrinya.
Lansia itu meninggal setelah sakit kronis dan meninggalkan 300 juta yuan (sekitar Rp731 miliar) kepada istrinya yang usianya 28 tahun lebih muda darinya, sehingga memicu perselisihan dengan keluarga mantan istrinya.
Kakek dari pulau Hainan di Tiongkok selatan itu, bermarga Hou, dilaporkan menyerahkan seluruh kekayaannya kepada istri mudanya, Liyuan, yang berusia 33 tahun dilansir dari The Star.
BACA JUGA:Prabowo Kumpulkan Konglomerat di Hambalang, Bahas Indonesia Incorporated
Liyuan mengatakan bahwa ia telah bersama Hou sejak ia berusia 21 tahun.
Mereka menikah 10 tahun lalu dan memiliki seorang anak laki-laki berusia lima tahun.
Pada bulan November, pasangan tersebut mengumumkan di akun media sosial mereka, yang memiliki 44.000 pengikut, bahwa Hou didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium akhir.
Sang istri muda menerima banyak komentar yang berspekulasi bahwa ia akan pergi ketika suaminya sakit.
BACA JUGA:10 Daftar Orang Terkaya di Indonesia: Ratu Sawit Wirastuty Fangiono Jadi Konglomerat Termuda Berharta Rp23,45 Triliun
Namun ia mengatakan bahwa penyakit suaminya dan reaksinya terhadap situasi tersebut adalah ujian yang ditakdirkan untuk mereka lalui bersama.
“Orang-orang mengatakan pernikahan kami seperti istana pasir, tetapi mereka tidak tahu bahwa suami saya membimbing saya dari ketidakdewasaan menuju kedewasaan. Ia memberi saya cinta terbaik yang bisa diberikan seorang pria kepada wanita,” katanya dalam sebuah video.
Ia tetap mendampingi suaminya saat menjalani lima kali kemoterapi dan berbagai perawatan lainnya.
Liyuan bertemu Hou saat bekerja di perusahaan logistik miliknya.
BACA JUGA:Imigrasi Cekal 5 Konglomerat ke Luar Negeri: Ada Bos Djarum!
- 1
- 2
- »





