JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berbaju loreng hijau-coklat menerobos lampu merah di perempatan bawah flyover Cawang, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).
Video yang merekam kejadian itu diunggah akun Instagram @resetfeeds. Pada video, pria berkaos motif loreng itu mengemudikan sepeda motornya ke arah Kebon Nanas.
Awalnya kendaraan yang datang dari arah yang sama dengannya berjalan dengan lancar, lalu kendaraan berhenti karena lampu lalu lintas sudah berubah warna jadi merah.
Baca juga: 15 Rumah di Lenteng Agung Dibongkar TNI, Warga Klaim Tanah Bukan Milik Militer
Seorang polisi lalu lintas menyetop kendaraan pria berbaju loreng itu dan menjelaskan tentang jalan padanya. Mereka kemudian terlibat cekcok mulut.
Keduanya saling menunjuk arah belakang, samping, dan depan dengan tangannya.
Pria itu menunjuk ke belakangnya, di mana pengemudi lain masih melintas. Lalu dia berbelok ke kiri, tapi polisi lalu lintas masih berbicara padanya.
Dia membelokkan sepeda motornya lagi yang kemudian dihampiri polisi. Saat itu, lampu lalu lintas arah berlawanan berubah hijau, sehingga polisi langsung mengarahkan pengendara untuk segera melintas.
Polisi juga mengarahkan pria berbaju loreng itu untuk ikut arus lalu lintas. Dia mengikuti, tapi masih menoleh ke belakang untuk mengomel pada polisi lalu lintas.
Pengunggah video menduga, pria berbaju loreng itu adalah anggota TNI. Saat berputar arah, pria itu juga tampak menggendong tas ransel dengan motif sama.
“Menurut perekam, seorang pengendara motor menerobos lampu merah dari arah UKI ke Kebon Nanas hingga mengganggu arus dari arah lain. Aparat polisi yang melihat langsung menghentikan dan meminta Aparat TNI untuk mundur,” ujar pengunggah video, dikutip Rabu (8/4/2026).
Video ini jadi perbincangan publik karena diduga melibatkan dua aparat keamanan.
Baca juga: PKL yang Tuding Satpol PP Pungli di Kuningan Mengamuk Lagi, Todong Benda Tajam ke Petugas
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan, petugas tak sempat memeriksa identitas pria itu.
Sehingga ia tak bisa memastikan apakah dugaan warganet benar atau hanya asumsi belaka.
“Kami tidak sempat cari tahu itu siapa, dan bisa siapa saja,” kata Komarudin saat dihubungi Kompas.com, Rabu.
Kata Komarudin, protes pengendara saat ditegur adalah tindakan yang sering ditemukan di lapangan.
Petugas tidak akan pandang bulu untuk menegur pelanggar lalu lintas.
“Bukan hanya yang berseragam, yang tidak berseragam dan tidak terima diingatkan juga banyak,” ujar dia.
Dengan kejadian ini, Komarudin mengimbau agar masyarakat tetap menaati peraturan lalu lintas, terlepas status atau jabatan yang dimiliki.
“Ikuti dan patuhi segala peraturan untuk kelancaran dan keselamatan bersama. Undang-undang berlaku untuk siapa saja,” imbuh dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




