Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (7/3). Pasar sedang memperhatikan tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (8/3), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,42 poin atau 0,18 persen ke 46.584,46. Sementara itu, S&P 500 naik 5,02 poin atau 0,08 persen ke 6.616,85, dan Nasdaq Composite naik 21,51 poin atau 0,10 persen ke 22.017,85.
Pada satu jam terakhir perdagangan, ketiga indeks saham utama AS berhasil bangkit dari penurunan tajam. Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan melalui platform X bahwa upaya diplomatik untuk penyelesaian damai konflik di Timur Tengah menunjukkan kemajuan.
Shehbaz juga mendesak Trump untuk memperpanjang tenggat waktu bagi Iran selama dua minggu dan pembukaan selat tersebut dalam periode yang sama sebagai bentuk itikad baik.
"Para investor sedang melakukan penyesuaian sambil mencoba membaca pesan dari presiden dan memprediksi sejauh mana ia akan benar-benar menindaklanjuti sebagian retorikanya terkait ultimatum tersebut,” kata Matthew Keator, managing partner di Keator Group yang merupakan sebuah perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts.
"Investor perlu memastikan mereka melakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan kondisi masing-masing," lanjutnya.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor layanan komunikasi mencatat kenaikan terbesar sedangkan sektor kebutuhan pokok konsumen menjadi yang paling tertinggal.
Di samping itu, indeks transportasi Dow dan saham semikonduktor menjadi sektor dengan kinerja terbaik.
Saham UnitedHealth melonjak 9,4 persen, sementara Humana dan CVS Health melonjak masing-masing naik 7,9 persen dan 6,7 persen setelah pemerintah AS mengumumkan kenaikan pembayaran kepada perusahaan asuransi swasta yang menawarkan program Medicare Advantage bagi lansia.
Di sisi lain, saham Apple turun 2,1 persen setelah laporan Nikkei Asia menyebutkan bahwa ponsel lipat yang telah lama dinantikan menghadapi kendala teknis.
Sementara itu, saham Broadcom naik 6,2 persen setelah menandatangani kesepakatan jangka panjang dengan Alphabet untuk mengembangkan chip kecerdasan buatan dan komponen lainnya.
Intel naik 4,2 persen setelah perusahaan tersebut menyatakan akan bergabung dalam proyek kompleks chip AI Terafab milik Elon Musk bersama SpaceX, Tesla, dan xAI.
Jumlah saham yang turun lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Efek New York dengan rasio 1,05 banding 1. Tercatat 84 saham mencetak level tertinggi baru dan 78 saham mencapai level terendah baru.





