Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas. Terbaru, Iran mengancam akan menyerang infrastruktur AS.
Dilansir Al-Jazeera, Rabu (8/4/2026), juru bicara komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan pihaknya akan "melakukan sesuatu terhadap infrastruktur Amerika Serikat dan sekutunya sehingga mereka akan kehilangan minyak dan gas di kawasan itu selama bertahun-tahun dan terpaksa menarik diri dari kawasan tersebut".
Dalam pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Zolfaghari mengatakan Iran menembakkan rudal balistik dan rudal jelajah, serta drone ke situs-situs milik AS dan Israel di seluruh Timur Tengah malam ini.
Serangan tersebut, katanya, dilancarkan ke lebih dari 30 lokasi di kota-kota di Israel tengah.
Sebagai informasi, perang di Iran dimulai oleh serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Dilansir Al-Jazeera, setidaknya ada 2.076 orang yang telah tewas akibat serangan AS-Israel di Iran hingga hari ini.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta fasilitas AS di sejumlah negara Teluk. Ada 13 tentara AS yang tewas dan 200 orang lainnya terluka akibat balasan Iran.
Selain itu, ada 26 orang yang tewas di Israel dan 7.183 orang terluka. Korban tewas juga berjatuhan di beberapa negara lain.
Selain membalas serangan secara langsung, Iran juga menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Hal itu memicu lonjakan harga minyak.
Trump kemudian meminta negara-negara lain membantu AS membuka Selat Hormuz meski mengklaim telah menghancurkan kekuatan militer Iran. Permintaan itu ditolak sekutu-sekutu AS.
Trump lalu memberi batas waktu bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya. Dia menuntut Teheran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, yang ditutup gara-gara serangan AS.
Trump menetapkan tenggat waktu pada Selasa (7/4) malam, sekitar pukul 20.00 Eastern Time waktu AS. Tenggat waktu itu jatuh pada Rabu (8/4) dini hari, sekitar pukul 03.30 waktu Iran.
(isa/isa)





