tvOnenews.com - Kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke SMKN 2 Subang kali ini disambut berbeda. Para siswa telah berbaris rapi dengan almamater, siap menyambut orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.
Namun, alih-alih mendapat pujian, mereka justru mendapat sindiran menohok dari Dedi Mulyadi yang langsung menyita perhatian.
Dedi Mulyadi kembali mengunjungi SMK Negeri 2 Subang usai inspeksi mendadak (sidak) sebelumnya yang tayang di kanal YouTube pribadinya pada 2 April 2026.
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat Kembali Datangi SMKN 2 Subang. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Pada kunjungan terbarunya, suasana terlihat lebih tertata dengan barisan siswa yang rapi.
Meski demikian, Dedi Mulyadi menilai ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar seremoni penyambutan.
“Enggak usah disambut. Disambutnya oleh lingkungan yang bersih. Enggak usah dihormat-hormat. Cara menghormati Gubernur Jawa Barat adalah sekolahnya bersih. Itu cara menghormati,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube pribadinya (7/4/2026).
Ia menegaskan bahwa penghormatan tidak diukur dari barisan atau formalitas semata, melainkan dari kondisi lingkungan sekolah itu sendiri.
“Walaupun baris hormat saya, lingkungannya tidak bersih, saya tidak dihormati. Sudah bersih-bersih belum?” lanjutnya.
Sejumlah siswa pun menjawab pertanyaan tersebut. Dedi kemudian melanjutkan interaksi dengan menanyakan seragam yang dikenakan siswa.
“Ini baju apa?” tanya Dedi. Salah satu siswa menjawab bahwa itu adalah seragam LPK.
Dari situ diketahui bahwa para siswa tengah bersiap menyambut kedatangan pihak dari Jepang terkait program magang kerja.
Program magang ke Jepang ini memang sudah berjalan sejak 2023 dan telah memberangkatkan total 68 siswa dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Dedi kembali menekankan pentingnya kebersihan, terutama jika ingin bekerja di luar negeri.
“Ya udah, orang Jepang tuh senang kebersihan,” ujarnya.
Dedi juga sempat berbincang santai dengan salah satu siswa mengenai rencana keberangkatan ke Jepang, termasuk soal gaji dan biaya hidup.
“Ini udah mau berangkat Jepang. Gajinya berapa nanti?” tanya Dedi.
Siswa menjawab, “Kira-kira di Rp15 juta ke atas.”




