Iran Kerahkan Ribuan Warga sebagai Perisai Manusia di Pembangkit Listrik, Siap Hadapi Ancaman Trump

harianfajar
12 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, TEHERAN – Iran bakal kerahkan ribuan warga untuk membentuk perisai manusia di sekitar pembangkit listrik siklus gabungan Kazerun. Ini sebagai respons langsung terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberi batas waktu bagi Iran untuk menerima gencatan senjata atau menghadapi serangan besar-besaran. Aksi ini berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat akibat perang yang telah menewaskan ribuan orang.

Video yang diunggah oleh kantor berita Fars Iran dan telah diverifikasi oleh CBS News menunjukkan ratusan warga sipil berdiri berbaris di depan pembangkit listrik Kazerun, sebuah fasilitas berbahan bakar gas alam di provinsi Fars, barat daya Iran, dekat Teluk Persia. Mereka membawa dan mengibarkan bendera Iran sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap tekanan militer yang diterima negaranya.

Seorang pejabat pemerintah Iran menyerukan warga untuk bertindak sebagai perisai manusia, langkah yang dianggap sebagai bentuk perlindungan terhadap infrastruktur vital negara dari ancaman serangan AS yang dijanjikan Trump.

Konflik Berkepanjangan dan Dampaknya

Perang yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel telah menewaskan setidaknya 2.076 orang di Iran hingga saat ini. Balasan Iran yang menyasar Israel dan fasilitas AS di negara-negara Teluk juga menyebabkan korban jiwa, termasuk 13 tentara AS tewas dan 200 lainnya terluka, serta korban jiwa dan luka-luka di Israel dan negara lain.

Selain serangan langsung, Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia, yang menyebabkan lonjakan harga minyak global. Trump kemudian meminta bantuan negara-negara lain untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun permintaan tersebut ditolak oleh sekutu-sekutu AS.

Ancaman Trump dan Tenggat Waktu Gencatan Senjata

Trump menetapkan tenggat waktu pada Selasa malam, 7 April 2026 pukul 20.00 Eastern Time AS (Rabu dini hari waktu Iran), menuntut Iran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz. Ancaman serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya disampaikan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan gencatan senjata.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa AS telah menghancurkan kekuatan militer Iran, namun tetap memerlukan dukungan internasional untuk menekan Iran agar mematuhi tuntutannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Isyaratkan Ruang Penurunan Suku Bunga Makin Sempit di Tengah Gejolak Global
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
PM Thailand Minta Rakyatnya Berbagi Tumpangan Kendaraan dan Bekerja Pakai Kemeja Lengan Pendek
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puspom TNI Limpahkan Berkas 4 Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Oditur Militer
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Asing Jualan Lagi Rp1,78 Triliun, Saham-saham Ini Dilego
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IHSG Dibuka Cerah, Rupiah Melemah di Rp 17.105 per Dolar AS
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.