Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemerintah akan membuka 380 lowongan kerja bagi lulusan SMA atau yang setara di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga kerja di sektor teknis yang semakin mendesak. Keputusan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kinerja institusi tersebut.
Pembukaan lowongan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan, terutama posisi-posisi teknis yang krusial untuk pengawasan dan pelayanan di sektor kepabeanan dan cukai. Purbaya menekankan pentingnya memiliki sumber daya manusia yang siap terjun langsung ke dalam tugas-tugas operasional sehari-hari.
Posisi yang dibuka dalam lowongan ini ditujukan bagi mereka yang memiliki kemampuan dan keahlian teknis. Purbaya mengungkapkan bahwa keberadaan petugas yang kompeten di lapangan sangat berpengaruh terhadap efektivitas pengawasan barang yang masuk dan keluar melalui pelabuhan dan bandara.
"Kalau di Keuangan sendiri, seperti saya bilang dulu, kita buka di Bea Cukai sekitar 380 lulusan SMA. Karena saya perlu orang juga yang betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka," ucap Purbaya saat ditemui awak media di kantornya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga:Komdigi Periksa Meta Dan Google, Langgar PP Tunas dan Dicecar 29 Pertanyaan
Purbaya mengakui bahwa proses rekrutmen sebelumnya berjalan cukup lama. Oleh karena itu, ia mendorong agar pelaksanaan seleksi dapat dipercepat. Kecepatan dalam proses rekrutmen menjadi sangat penting mengingat peran strategis yang akan dimainkan oleh tenaga kerja baru di lapangan.
Pengalaman rekrutmen di masa lalu telah menunjukkan adanya kendala yang memperlambat proses tersebut. Dengan tujuan untuk memperbaiki hal tersebut, Purbaya menekankan bahwa eksekusi rekrutmen harus dipercepat agar kebutuhan tenaga operasional dapat segera dipenuhi.
Terkait pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini berada di bawah wewenang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Meskipun begitu, ia memastikan bahwa dari segi anggaran, pemerintah akan mendukung pelaksanaan rekrutmen ini.
"CPNS ada di MenPANRB. Anggaran harusnya ada," tegas Purbaya.
Purbaya meyakinkan bahwa anggaran untuk menunjang pembukaan lowongan, baik untuk Bea Cukai maupun CPNS, tidak akan menjadi kendala. Ia telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan semua kebutuhan anggaran tersedia sehingga proses rekrutmen dapat berjalan lancar.
Baca Juga:BNN Minta Vape Dilarang di Indonesia Setelah Temuan Narkotika dalam Cairan Vape





