jpnn.com - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menanggapi pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang mendorong konsolidasi untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anshar Ilo secara tegas mengecam pernyataan tersebut karena tidak lagi berada dalam koridor kritik konstruktif, melainkan sudah mengarah pada upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.
BACA JUGA: Sambut Baik Arah Pembangunan 2024-2029, Ketum Logis 08: Tepat dan Berpihak pada Rakyat
"Jadi, kritik harus konstruktif,” tegas Anshar Ilo dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Dia menilai pernyataan tersebut tidak lagi mencerminkan semangat persatuan nasional, bahkan cenderung memperkeruh suasana di tengah Masyarakat.
BACA JUGA: Harga BBM Tak Naik, Ketum Logis 08: Bukti Nyata Presiden Berpihak Kepentingan Rakyat
Menurutnya, kritik dalam demokrasi memang sah, namun harus disampaikan secara objektif, berimbang, dan tidak membangun narasi yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah yang sah.
Anshar menegaskan di tengah berbagai tantangan global dan nasional, seluruh elemen bangsa seharusnya berkontribusi menjaga stabilitas politik, bukan memperkeruh suasana.
BACA JUGA: Anshar Ilo: Prabowo Layak Dua Periode Demi Keberlanjutan Pembangunan Nasional
"Kita membutuhkan narasi yang memperkuat persatuan, bukan yang berpotensi memecah belah. Tokoh publik harus lebih bijak dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anshar mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dan objektif dalam menilai berbagai pernyataan yang berkembang di ruang publik.
Dia menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah upaya pemerintah menjalankan berbagai program strategis nasional.
“Publik silakan menilai secara objektif dan menunggu gebrakan program strategis nasional yang sedang berjalan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga pengembangan kampung nelayan,” tegasnya.
Menurutnya, fokus utama saat ini seharusnya adalah mendukung keberhasilan program-program tersebut demi kesejahteraan masyarakat luas, bukan memperkeruh situasi dengan narasi yang berpotensi memecah belah.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




