BMKG imbau masyarakat waspada cuaca ekstrem saat masa pancaroba

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Cilacap (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan masa pancaroba kerap ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu kejadian ekstrem.

“Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Ia mencontohkan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas pada Senin (6/4), yang menunjukkan karakteristik cuaca ekstrem saat masa transisi musim.

Baca juga: Cuaca di kota-kota besar umumnya berpotensi diguyur hujan pada Rabu

Berdasarkan data curah hujan selama 24 jam terakhir yang tercatat pada Selasa (7/4), kata dia, beberapa wilayah di Banyumas dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Senin (6/4).

“Hujan lebat tercatat terjadi di Rempoah, Cikidang, dan Sumbang, masing-masing sebesar 84 milimeter, 87 milimeter, dan 78 milimeter,” katanya.

Ia mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh faktor lokal atmosfer yang labil serta pemanasan permukaan yang cukup intens, sehingga pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Banyumas dan sekitarnya menjadi maksimal.

Akibatnya, kata dia, hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah dalam durasi relatif singkat namun dengan intensitas tinggi.

Baca juga: Bersiap, BMKG prediksi puncak kemarau di Banten Juli hingga Agustus

Selain itu, lanjut dia, BMKG juga memprakirakan potensi hujan lebat yang disertai petir masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kondisi atmosfer yang labil selama masa transisi menyebabkan pertumbuhan awan konvektif menjadi lebih aktif, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat dalam durasi singkat,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan fenomena tersebut merupakan hal yang umum terjadi pada musim pancaroba yang kini telah mulai berlangsung di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak berupa pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah terbuka.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diminta untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca memburuk.

“Masyarakat juga diimbau untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar aman, seperti memangkas dahan pohon yang rapuh dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik,” katanya.

Menurut dia, nelayan dan pengguna jasa transportasi laut juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak.

Ia mengatakan, BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala guna mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Dengan meningkatnya kewaspadaan, diharapkan potensi dampak dari cuaca ekstrem selama masa pancaroba dapat diminimalkan,” kata Teguh.

Baca juga: Selasa, BMKG prakirakan sebagian besar Indonesia hujan ringan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Kepri Tegaskan Ferry Malaysia–Tanjungpinang Tetap Beroperasi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Deret Fakta Gencatan Senjata AS–Iran, Disepakati 90 Menit Sebelum Deadline Trump
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Presiden Prabowo: Laut RI Kunci 70% Perdagangan Asia
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Israel Tuding Iran Tembakkan Rudal Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata
• 15 jam laludetik.com
thumb
Barcelona vs Atletico Madrid: Misi Hansi Flick Jaga Keangkeran Camp Nou Selama 20 Tahun
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.