Militer Israel menuding Iran telah meluncurkan rudal ke negaranya. Israel menyebut rudal itu ditembakkan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 2 minggu.
Dilansir kantor berita Al Jazeera dan AFP, Rabu (8/4/2026), militer Israel mengeluarkan dua peringatan berturut-turut yang mengklaim Iran telah menembakkan rudal ke arahnya. Kata Israel, sistem pertahanannya tengah mencegat rudal tersebut.
"Tentara Israel telah mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer di saluran Telegram resminya.
Menurut koresponden AFP, ledakan terdengar dari Yerusalem dan Yerikho di Tepi Barat yang diduduki. Militer Israel memberitahu warga di daerah yang terdampak peringatan rudal untuk mencari perlindungan di tempat perlindungan bom.
Peringatan serupa dari militer menyusul peringatan pertama hari ini dalam waktu satu jam.
Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 MingguDonald Trump sebelumnya setuju untuk menangguhkan serangan ke Iran. Trump bakal menunda serangan ke Iran dalam 2 minggu.
Dalam pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih, Trump memberikan syarat kepada Iran. Yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh.
"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.
Menurutnya, kesepakatan antara AS dan Iran bakal tercapai. Ia juga berbicara mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran.
"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump.
Saksikan Live DetikPagi:
Simak juga Video 'Israel Hancurkan Tempat Ibadah Umat Yahudi di Iran':
(whn/yld)





