REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sakit kepala adalah hal umum dalam kehidupan sehari-hari dan sering dianggap sepele. Namun, tidak semua sakit kepala bersifat ringan atau sementara.
Beberapa pola sakit kepala bisa menjadi tanda masalah serius yang memerlukan penanganan medis segera. Dokter spesialis pengobatan nyeri intervensi, Dr Kunal Sood, menekankan pentingnya mengenali pola sakit kepala, bukan hanya intensitasnya.
Baca Juga
Lima Kiat Santap Sajian Lebaran tanpa Khawatir Sakit
Studio Film Aku Harus Mati Seperti tak Peka Isu Kesehatan Mental
Apakah Pilates Bisa Bikin Tubuh Berotot? Simak Fakta dari Ahli Kesehatan
Sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba dengan disertai tanda neurologis, atau gejala sistemik harus segera diperiksa. Dilansir dari Hindustan Times, Rabu (8/4/2026), berikut lima pola sakit kepala yang tidak boleh diabaikan.
1. Sakit kepala mendadak dan parah
.rec-desc {padding: 7px !important;} Sakit kepala yang muncul tiba-tiba dan sangat parah, hingga terasa sebagai yang terburuk dalam hidup, bisa menjadi tanda perdarahan subaraknoid akibat pecahnya aneurisma. Darah di ruang subaraknoid dapat meningkatkan tekanan di otak dan mengiritasi selaput otak. Pola ini adalah darurat medis dan memerlukan pencitraan medis segera.
2. Sakit kepala baru setelah usia 50 tahun
Sakit kepala baru pada orang dewasa di atas 50 tahun, terutama yang berbeda dari pola sebelumnya, dapat menandakan arteritis sel raksasa. Kondisi ini berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani.
3. Sakit kepala yang bertahan dan semakin parah
Jika sakit kepala semakin parah dalam beberapa hari atau pekan, hal ini bisa menjadi tanda meningkatnya tekanan intrakranial akibat tumor, hidrosefalus, infeksi, atau perdarahan yang berkembang. Karena tengkorak adalah ruang tetap, penambahan volume di otak meningkatkan tekanan dan meregangkan struktur sensitif nyeri.
4. Sakit kepala disertai gejala neurologis
Sakit kepala yang muncul bersamaan dengan kebingungan, kelemahan, kesulitan berbicara, atau perubahan penglihatan dapat menjadi tanda stroke, perdarahan, atau gangguan neurologis serius. Gejala ini menunjukkan keterlibatan otak dan membutuhkan pemeriksaan mendesak.
5. Sakit kepala dengan demam dan leher kaku
Sakit kepala yang disertai demam dan kaku leher bisa menandakan meningitis, yaitu peradangan serius pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini sering disertai mual dan perubahan kesadaran, dan meningitis bakteri dapat berkembang cepat serta mengancam nyawa.
"Sakit kepala yang menunjukkan pola-pola ini bukan sekadar sakit kepala biasa. Segera evaluasi medis dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius," kata Dr Sood.