Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkap bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah melakukan pendalaman terhadap temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia dan konten aktual pada sejumlah gim yang tersedia di platform Steam Indonesia. Temuan ini dinilai berpotensi membingungkan orang tua dalam menilai kecocokan konten digital bagi anak.
Sonny menjelaskan bahwa Kemkomdigi saat ini tengah melakukan investigasi komprehensif dengan menelusuri proses penilaian gim, mulai dari mekanisme klasifikasi pada platform hingga sistem evaluasi di tingkat pengembang. Langkah ini bertujuan memastikan akar persoalan dapat dipetakan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Dalam rangka klarifikasi, Kemkomdigi menjalin komunikasi intensif dengan pihak Steam. Kedua institusi tersebut kini tengah menelaah beberapa judul gim yang dinilai tidak selaras antara rating dan kontennya, sekaligus menyiapkan langkah penyesuaian.
“Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberikan panduan jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai usianya,” kata Sonny dalam keterangan yang dikutip, Rabu, 8 April 2026.
Ia menegaskan bahwa kehadiran regulasi klasifikasi usia gim merupakan capaian besar dalam periode pemerintahan saat ini. Setelah proses pembahasan yang berlangsung sejak 2014, aturan tersebut akhirnya diterapkan secara penuh melalui Perpres Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional dan Permen Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim.
“Setelah penantian panjang selama satu dekade, Indonesia kini memiliki standar pelindungan konsumen dan industri gim yang sejajar dengan negara lain,” tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi cepat, Steam telah menurunkan tanda rating gim yang dinilai bermasalah untuk mencegah keresahan masyarakat.
Penerapan IGRS juga sejalan dengan amanat PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang memberikan standar lebih jelas bagi orang tua dalam memilih produk digital ramah anak.
“Seluruh upaya ini kami lakukan demi memastikan keluarga Indonesia terlindungi dan anak-anak dapat menikmati gim sesuai kategori usia,” tutup Sonny.
Editor: Redaktur TVRINews





