Mengapa Artis Bisa Jatuh Secara Finansial? Pakar Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sedikit artis yang dulu sangat populer kini dikabarkan mengalami kesulitan keuangan.

Fenomena ini bukan hal baru di dunia hiburan.

Beberapa nama bahkan sempat menjadi sorotan karena perubahan kondisi hidup mereka.

Saat masih aktif dan berada di puncak popularitas, para artis ini dikenal memiliki penghasilan tinggi dari sinetron, film, hingga berbagai pekerjaan di industri hiburan.

Baca juga: Potret Aktivitas Pak Tarno: Dari Jualan di Tanjung Priok hingga Menghibur di Kota Tua

Namun, seiring waktu, popularitas bisa meredup.

Tawaran pekerjaan berkurang, sementara gaya hidup yang sudah terbentuk sulit diturunkan.

Kondisi ini kerap menjadi titik awal munculnya masalah keuangan.

Certified Financial Planner dari Finante, Maryadi Santana, menjelaskan bahwa penyebab artis mengalami kesulitan finansial bisa beragam, tetapi umumnya berkaitan dengan gaya hidup dan pengelolaan keuangan.

“Salahnya di mana akan variatif faktornya, tergantung dari gaya hidup dan cara pengelolaan keuangannya. Besaran penghasilan tidak akan pernah cukup selama pengeluaran selalu lebih besar,” kata Maryadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Pak Tarno Berangsur Pulih, tetapi Keputusannya Bikin Keluarga Cemas

Maryadi memberi contoh, seorang artis yang mendapat honor sinetron Rp 50 juta per bulan, tetapi memiliki pengeluaran sebesar itu juga.

Ketika penghasilan menurun di tahun berikutnya, akan sulit menyesuaikan gaya hidup tanpa menimbulkan masalah keuangan.

Menurutnya, seorang publik figur seharusnya menyadari bahwa penghasilan di dunia hiburan cenderung tidak stabil.

Kadang bisa sangat tinggi, tetapi juga bisa turun dengan cepat.

Banyak artis kerap melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan.

Baca juga: Mengapa Pak Tarno Tetap Berjualan dan Menghibur Meski Belum Pulih? Ini Cerita di Baliknya

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kesalahan paling umum adalah menyesuaikan pengeluaran dengan lonjakan penghasilan saat berada di puncak karier.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg untuk Jaga Harga dan Kesejahteraan Petani
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Kementerian PU Gerak Cepat Perbaiki 21 Titik Jalan Cikopo–Sadang
• 17 jam laludisway.id
thumb
Komisi VIII DPR Cek Persiapan Haji 2026 di Arab Saudi, Ini Hasilnya
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia Sebagai Secondary Emerging Market
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Potensi 1 Juta Kasus Kematian Karena TBC, Penemuan Kasus Masih Minim
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.