Begini Nasib Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengatakan bahwa pihaknya telah menyetujui gencatan senjata untuk menghentikan perangnya selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Namun tanker minyak belum bisa dengan bebas melewati jalur pelayaran dari Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan bahwa pihaknya  telah menyetujui gencatan senjata selama empat belas hari dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini dicapai melalui mediasi Pakistan. Negara tersebut sebelumnya mendorong penerapan gencatan senjata dua minggu di Timur Tengah.

Baca Juga: Serangan Ditangguhkan, Gencatan Senjata Disetujui Amerika Serikat dan Iran

"Saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan ke Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Hal ini atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang dalam kawasan ini," kata Araghchi.

Araghchi menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan operasi militernya jika serangan terhadap negaranya dihentikan oleh Israel dan Amerika Serikat. Hal ini membuka peluang gencatan senjata untuk berlangsung lebih lama selama tidak ada serangan di Timur Tengah.

“Jika serangan terhadap kami dihentikan, angkatan bersenjata kami juga akan menghentikan operasi defensif,” ujarnya.

Araghchi juga menyebut bahwa pihaknya telah menerima proposal damai berisi lima belas poin dari Amerika Serikat. Washington di sisi lain juga telah menerima proposal terpisah yang terdiri dari sepuluh poin dari Iran.

Terkait Selat Hormuz, Araghchi mengatakan bahwa jalur pelayaran penting tersebut  akan dibuka kembali secara terbatas selama periode gencatan senjata. Namun, pelayaran kapal tanker minyak dan gas tetap harus melalui koordinasi dengan Iran.

"Selama dua minggu, jalur tersebut akan dapat dilewati kapal-kapal tanker melalui koordinasi dengan pasukan kami, dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," kata Araghchi.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran. Ia menyebut penangguhan serangan berlaku dengan syarat adanya pembukaan penuh dari Selat Hormuz.

Trump menyebut kesepakatan ini sebagai gencatan senjata dua arah yang membuka peluang penyelesaian konflik secara lebih luas. Hal ini juga memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk membicarakan detil proposal damai secara menyeluruh.

Pembukaan Selat Hormuz juga menjadi berita yang cukup menggembirakan untuk dunia. Pembukaan jalur energi utama tersebut berpotensi meredakan tekanan pada pasar global, yang sebelumnya terguncang akibat gangguan pasokan minyak.

Baca Juga: IMF: Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat Akan Panjang

Kesepakatan gencatan senjata ini menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen. Namun, keberhasilan proses damai akan sangat bergantung pada implementasi kesepakatan dan kemampuan kedua pihak menyelesaikan perbedaan dalam negosiasi lanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jatim Petakan Dampak Lonjakan Harga Plastik, Sektor UMKM Jadi Prioritas
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kementerian Ekraf–OJK Dorong Karya Kreatif Jadi Aset Investasi Global
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Iran-AS Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Tapi Tegaskan Perang Belum Benar-Benar Berakhir
• 7 jam lalunarasi.tv
thumb
Prabowo Akan Beri Taklimat ke Menteri, Wamen hingga Eselon 1 di Istana
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Pada Hari Paskah, Trump Tanggapi Kritik : Kepemilikan Senjata Nuklir oleh Iran adalah Kejahatan Perang
• 5 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.