VIVA – Dunia sepak bola berduka. Sosok pelatih legendaris Mircea Lucescu dikabarkan meninggal dunia di usia 80 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat serangan jantung.
Kabar kepergian pria asal Rumania itu dikonfirmasi oleh Bucharest University Emergency Hospital, tempat ia dirawat dalam kondisi kritis. Kepergiannya datang hanya beberapa hari setelah ia memutuskan mundur dari kursi pelatih Timnas Rumania, posisi yang dipegangnya sejak 2024.
Lucescu bukan nama sembarangan. Ia adalah pelatih dengan pengalaman panjang lintas negara, termasuk di Italia bersama klub-klub seperti Inter Milan, Pisa, Brescia, hingga Reggiana.
Khusus di Inter, ia sempat menangani tim bertabur bintang pada akhir 1998—dengan pemain seperti Ronaldo Nazario, Javier Zanetti, dan Ivan Zamorano. Meski begitu, kariernya di Giuseppe Meazza tak berlangsung lama dan berakhir tanpa trofi.
Namun, warisan terbesar Lucescu justru lahir di Ukraina. Bersama Shakhtar Donetsk, ia membangun dinasti kuat selama lebih dari satu dekade.
Di sana, ia mempersembahkan delapan gelar liga, delapan trofi domestik, hingga membawa Shakhtar menjuarai Piala UEFA 2009—prestasi bersejarah bagi klub tersebut.
Secara keseluruhan, Lucescu mengoleksi 35 gelar sepanjang karier kepelatihannya, menempatkannya sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola dunia.
Kini, sepak bola kehilangan salah satu arsitek hebatnya. Sosok yang dikenal dengan kecerdikan taktik dan dedikasi panjang itu meninggalkan jejak yang tak akan mudah dilupakan





