JAKARTA, KOMPAS.com - Selain untuk kucing liar korban tabrak lari, kuburan kucing di tengah permukiman elite di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan juga terbuka untuk kucing peliharaan.
Pria di balik pemakaman untuk 200 kucing itu, Teguh (60), tidak melarang jika ada warga yang ingin menguburkan kucing mereka sendiri di sana.
“Boleh. Banyak yang begitu kok (kuburkan kucing peliharaan), ada dari orang-orang belakang sini juga,” kata Teguh saat ditemui di lokasi, Selasa.
Baca juga: Ada TPU Kucing Korban Tabrak Lari di Tengah Kompleks Elite Senayan
Terkadang mereka datang meminta tolong Teguh menguburkan kucingnya.
Namun, bila Teguh sedang tak di tempat, mereka biasa menggali kubur sendiri dengan cangkul yang disediakan Teguh di sana.
Teguh tak pernah meminta uang untuk jasa menguburkan kucing. Namun, sesekali, warga memberikan uang dengan nominal yang tak pernah ditentukannya.
“Ya paling hanya ngasih uang rokok aja dia, Rp 20.000 atau berapa gitu. Enggak ditargetkan harus sekian,” kata dia.
Kucing yang dikubur Teguh pun selalu dibungkus dengan kain. Tujuannya agar baunya tidak menyebar ke mana-mana.
Menurut Teguh, kucing-kucing itu tetap harus dikuburkan dengan layak sebagai makhluk hidup.
“Dilapisin bungkus seperti manusia juga pakai kain, atau bajunya, baju (orang) yang nabraknya kadang,” ujar dia.
Baca juga: Cerita Teguh, Kuburkan Ratusan Kucing Mati di Senayan sejak 2010
Awalnya, Teguh membuat kuburan kucing karena melihat kucing liar yang ditabrak lari.
Namun, seiring berjalannya waktu, kucing di sekitar sudah berpindah ke area taman yang ramai pedagang makanan.
Sekarang kebanyakan kucing peliharaan yang dikuburkan di sana. Teguh memperkirakan lebih dari 200 kucing yang dikuburkan dengan tumpang tindih di sana sejak 2010.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang