Harga bitcoin melonjak tajam pada perdagangan pagi hari di Rabu (8/4). Hal ini menyusul adanya gencata senjata selama dua minggu untuk menghentikan perang dari Iran dan Amerika Serikat.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini melonjak hingga menyentuh level US$72.000. Reli terjadi setelah adanya pengumuman gencatan senjata dari Washington.
Baca Juga: Perusahaan Jepang Kini Menjadi Pemilik Bitcoin Terbesar Ketiga Dunia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Hal tersebut menangguhkan rencana serangan besar, yang langsung memicu sentimen risk-on dalam pasar global.
Trump menyatakan bahwa penghentian serangan dilakukan karena tujuan militer telah tercapai dan negosiasi menuju perdamaian jangka panjang sudah jauh berkembang. Menurutnya, gencatan senjata ini juga dibarengi dengan pembukaan dari Selat Hormuz.
"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran. Teheran harus menyetujui pembukaan dari Selat Hormuz," kata Trump.
Ia menyebut kesepakatan ini sebagai gencatan senjata dua arah yang membuka peluang penyelesaian konflik secara lebih luas. Hal ini juga memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk membicarakan detil proposal damai secara menyeluruh.
Lonjakan harga bitcoin kali ini juga diperkuat oleh fenomena short squeeze, di mana banyak trader yang memasang posisi bearish terpaksa menutup posisi mereka saat harga naik. Data menunjukkan sekitar US$600 juta posisi derivatif kripto dilikuidasi, dengan lebih dari US$400 juta berasal dari posisi short. Kondisi tersebut mempercepat kenaikan harga karena aksi beli paksa dari para trader yang menutup kerugian.
Selama lebih dari sebulan, ketidakpastian akibat perang menekan aset berisiko, termasuk bitcoin. Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi membuat pasar cenderung berhati-hati, bahkan mendorong banyak pelaku pasar mengambil posisi bearish di pasar futures. Namun, dengan meredanya ketegangan geopolitik, sentimen pasar berbalik positif.
Meski reli saat ini menunjukkan momentum bullish yang kuat, arah pergerakan bitcoin ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan konflik dan stabilitas geopolitik, khususnya terkait dengan perang dari Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Serangan Ditangguhkan, Amerika Serikat dan Iran Setujui Gencatan Senjata
Jika gencatan senjata bertahan dan pasokan energi global kembali normal, pasar kripto berpotensi melanjutkan penguatan. Sebaliknya, jika ketegangan kembali meningkat, volatilitas tinggi kemungkinan akan kembali mendominasi pasar.





