IRAN menyambut positif keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda rencana serangan selama dua pekan sekaligus membuka kembali akses Selat Hormuz pada Rabu (8/4).
Melalui pernyataan yang dirilis Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi ada kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan tersebut dilaporkan dimediasi oleh Pakistan.
Dewan tersebut menyebut kesepakatan yang disetujui oleh pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sebagai kemenangan bagi Teheran. Iran juga mengeklaim bahwa gencatan senjata tercapai setelah Amerika Serikat menyetujui 10 poin tuntutan yang diajukan pihaknya.
Baca juga : Tolak Gencatan Senjata, Iran Ingin Bebas Serangan dan Kompensasi
Selama masa gencatan senjata, kedua negara akan memulai proses negosiasi yang diharapkan dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
"Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk proses (negosiasi) tersebut. Periode ini bisa diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak," demikian pernyataan dewan tersebut.
"Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," lanjutnya.
Baca juga : Iran Jamin Jalur Hormuz bagi Pengusir Dubes AS, Trump Ancam Keras
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menyampaikan pernyataan resmi melalui media sosial X pada Selasa (7/4).
"Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada saudara-saudara saya yang terkasih, Yang Mulia Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Yang Mulia Marsekal Lapangan Munir, atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang di kawasan ini," ujar Araghchi.
Ia juga menegaskan bahwa penghentian serangan terhadap Iran akan direspons dengan langkah serupa oleh militer Iran.
Dalam pernyataannya, Araghchi menambahkan bahwa jika serangan dihentikan, Pasukan Korps Garda Revolusi Islam juga akan menghentikan operasi balasan mereka.
Selain itu, ia turut menyinggung kembali pembukaan jalur perdagangan energi global melalui Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup akibat konflik.
"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," pungkasnya.
Langkah ini menandai potensi deeskalasi konflik di kawasan, sekaligus membuka peluang bagi penyelesaian diplomatik antara kedua negara. (CNN/I-2)





