Bisnis.com, BALIKPAPAN — Transisi musim kembali menguji kesiapsiagaan warga Kalimantan Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang akan menyapu hampir seluruh wilayah provinsi selama sepekan ke depan, tepatnya 8 hingga 14 April 2026.
Prakirawan BMKG Uli Mahanani menyatakan mayoritas kabupaten dan kota di Kalsel berpotensi diguyur hujan sedang disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat.
"Secara umum, kondisi cuaca di Kalimantan Selatan dalam sepekan ke depan didominasi berawan hingga hujan ringan dengan potensi hujan sedang. Pada periode 8 hingga 10 April 2026, hampir seluruh wilayah berpotensi hujan ringan hingga sedang," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut, Uli merinci bahwa puncak intensitas cuaca buruk diprediksi terjadi pada 8 April 2026, ketika nyaris seluruh wilayah Kalsel akan dilanda hujan sedang yang disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang.
Sementara itu, wilayah Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan sekitarnya masih harus bersiaga hingga 10 April terhadap fenomena serupa.
Dari sisi parameter meteorologis, suhu udara diperkirakan berfluktuasi antara 23 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan relatif mencapai kisaran 55%—98%.
Baca Juga
- BMKG Jelaskan Fenomena Terik saat Siang dan Hujan Deras Malam Hari di Surabaya
- BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Masyarakat Diminta Antisipasi
- Gempa Tektonik Berkekuatan M5,7 Guncang Sumbar, Ini Imbauan BMKG
Pola angin akan berhembus dari arah Barat Daya menuju Timur Laut dengan kecepatan 5 hingga 30 kilometer per jam, dengan kombinasi yang cukup untuk memicu ketidakstabilan cuaca lokal.
Memasuki paruh kedua pekan, tepatnya 11 hingga 14 April, intensitas hujan diprediksi mereda. Namun, langit mendung masih akan mendominasi dengan potensi hujan ringan sporadis di sejumlah titik.
Selain itu, dia menyebutkan potensi pasang air laut maksimum yang perlu diwaspadai, khususnya di Perairan Kotabaru pada 8 hingga 9 April pukul 06.00 hingga 09.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2,8 meter.
Fenomena serupa juga akan terjadi di Perairan Sungai Barito pada 11 hingga 14 April pukul 11.00 hingga 16.00 WITA, dengan elevasi air hingga 2,7 meter.
"Waspadai juga potensi pasang maksimum di wilayah pesisir dan perairan sungai yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat," sebutnya.
Adapun dia meminta agar masyarakat tidak membakar lahan, karena dapat merugikan lingkungan dan berisiko memperparah kualitas udara saat cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik aplikasi Info BMKG, situs web, maupun media sosial," pungkasnya.





