JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasbiallah Ilyas mendesak aparat penegak hukum (APH) memberantas premanisme usai tragedi hajatan di Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), yang menewaskan tuan rumahnya bernama Dadang (58).
Dadang diduga menjadi korban penganiayaan saat sedang melaksanakan acara pesta pernikahan anaknya dengan hiburan organ tunggal pada Sabtu (4/4/2026) akhir pekan lalu.
Hasbiallah menilai kekerasan yang membuat warga kehilangan nyawa menjadi alarm keras bagi pemerintah agar tidak memandang remeh masalah premanisme.
"Ini menjadi momentum untuk membersihkan Indonesia dari aksi premanisme dalam berbagai bentuknya. Sebab, kami mendapatkan informasi jika premanisme kian hari kian meresahkan,” kata Hasbiallah di Jakarta, Rabu (8/4/2026), via Antara.
Menurutnya, saat ini warga sehari-harinya harus berhadapan dengan aksi premanisme dalam berbagai bentuk, mulai parkir liar, "Pak Ogah" yang picu kemacetan, sampai kelompok pengangguran yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) untuk memalak pelaku usaha.
Hasbiallah menegaskan, situasi tersebut tidak bisa dibiarkan. Di tengah tekanan ekonomi, menurutnya, aksi intimidasi kepada warga akan memicu disharmoni.
Baca Juga: Duduk Perkara Dugaan Penganiayaan Tuan Rumah Pemilik Hajatan di Purwakarta
Ia pun mendesak aparat penegak hukum tidak memberi ruang sedikit pun pada praktik premanisme yang menurutnya menjadi ancaman serius bagi rasa aman publik dan wibawa negara.
“Premanisme, baik di kota maupun di desa, harus ditindak tegas dan konsisten. Jika dibiarkan, praktik ini akan berkembang menjadi pola pemerasan yang sistematis dan merusak ketertiban sosial,” ujarnya.
Hasbiallah menambahkan, pemberantasan premanisme bukan hanya penegakan hukum semata, tetapi juga bagian dari menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan, negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk kepentingan pribadi.
Hasbiallah mengingatkan pembiaran premanisme akan membuat masyarakat hidup dalam ketakutan.
Selain itu, kata dia, premanisme juga menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu dan hukum kehilangan wibawa.
Oleh karena itu, dia menegaskan negara harus hadir dan memastikan keamanan setiap warga negaranya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Antara
- komisi iii
- komisi 3
- dpr
- hasbiallah ilyas
- hajatan purwakarta
- tragedi hajatan purwakarta




