JAKARTA, KOMPAS — Virus covert mortality nodavirus atau CMNV yang biasanya menginfeksi hewan laut telah menular ke manusia dan menyebabkan penyakit mata kronis pada manusia. Temuan terbaru di China ini memicu kekhawatiran penyebaran secara global.
Temuan terbaru penularan virus pada spesies laut ke manusia ini dilaporkan di dalam jurnal Nature Microbiology edisi 26 Maret 2026. Shuang Liu dari Key Laboratory of Maricultural Organism Disease Control, Ministry of Agriculture, China, menjadi penulis pertama laporan.
Temuan didasarkan pada lonjakan jumlah orang di China yang menderita kondisi yang disebut persistent ocular hypertension viral anterior uveitis (POH-VAU) dalam beberapa tahun terakhir. Gejala penyakit ini meliputi tekanan mata yang sangat tinggi dan peradangan.
Para peneliti menduga CMNV menjadi penyebabnya karena pasien dengan kondisi itu secara konsisten dites negatif untuk virus mata umum seperti herpes atau cacar air. Investigasi sebelumnya mengidentifikasi partikel virus tak dikenal di jaringan mata beberapa pasien yang mirip bentuk dan ukurannya dengan CMNV.
Untuk menyelidiki lebih lanjut, para ilmuwan di China merekrut 70 orang yang didiagnosis menderita kondisi tersebut pada periode antara Januari 2022 dan April 2025.
Kemudian, tim tersebut memeriksa jaringan pasien yang diambil selama operasi mata dengan mikroskop elektron dan melihat partikel virus serupa berukuran 25 nanometer. Tidak ditemukan partikel mirip CMNV pada kelompok kontrol sukarelawan sehat.
Studi ini mengungkapkan bahwa virus hewan air dikaitkan dengan penyakit manusia yang sedang berkembang.
Untuk memastikan identitas virus, mereka memakai antibodi berlabel emas khusus yang hanya mengikat CMNV. Pengurutan materi genetiknya mengungkapkan kecocokan 98,96 persen dengan versi yang ditemukan pada hewan air.
”Studi ini mengungkapkan bahwa virus hewan air dikaitkan dengan penyakit manusia yang sedang berkembang,” tulis Liu dan tim dalam makalah mereka.
Para peneliti mewawancarai pasien tentang kehidupan mereka, dan hampir tiga perempatnya menangani makanan laut mentah tanpa sarung tangan atau mengonsumsi hewan air secara mentah.
”Pengolahan hewan air yang sering tanpa perlindungan dan konsumsi hewan air mentah merupakan kejadian paparan yang umum dilaporkan,” tambah tim tersebut.
Untuk memastikan virus tersebut benar-benar menyebabkan penyakit dan bukan sekadar ada, tim tersebut meneliti kultur sel dan menginfeksi tikus dengan virus tersebut. Tikus-tikus ini menunjukkan gejala khas kondisi yang terlihat pada pasien manusia, seperti peningkatan tekanan intraokular.
Hal ini merupakan studi pertama yang menunjukkan virus yang berasal dari hewan air, seperti udang dan ikan, dapat dikaitkan dengan penyakit mata tertentu pada manusia. Para peneliti mengingatkan, hal ini mungkin bukan hanya masalah di China.
Sebagai bagian dari studi mereka, para peneliti telah melakukan survei global untuk melihat seberapa jauh virus tersebut telah menyebar. Menurut mereka, CMNV ditemukan pada 49 spesies, termasuk kepiting dan moluska, di seluruh Asia, Afrika, Eropa, Antartika, dan Amerika.
Menanggapi temuan ini, Fabian H Leendertz dari Helmholtz Institute for One Health (HIOH), Jerman, menulis di jurnal yang sama pada 27 Maret 2026. Dia menyimpulkan, penyakit mata pada manusia tampaknya terkait CMNV, yaitu virus yang umum ditemukan pada hewan air. Temuan ini menunjukkan penularan zoonosis ke manusia terjadi melalui kontak dekat.
Berbagai referensi menunjukkan, CMNV merupakan virus RNA dari kelompok nodavirus (famili Nodaviridae), yang terutama menyerang udang, tetapi juga dapat menginfeksi berbagai organisme laut lain. Istilah covert mortality merujuk pada kematian terjadi perlahan, tak mencolok, dan kerap tak terdeteksi sejak awal, berbeda dengan wabah akut yang langsung mematikan.
Serangan CMNV pada hewan laut biasanya gangguan pada hepatopankreas atau organ pencernaan utama pada udang, jaringan otot, dan insang. Kerusakan ini menyebabkan gangguan metabolisme, lemahnya kondisi fisik, dan penurunan daya tahan tubuh.





