Seorang kakek bernama Ketut Budasa (61 tahun) hanyut terseret arus saat mandi di sungai bersama cucunya, Gede Vikram Kabinawa (6 tahun) di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (7/4) sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Dalam insiden ini, sang kakek ditemukan tersangkut di bebatuan sungai dalam kondisi meninggal dunia, pada hari yang sama pukul 19.00 WITA.
Sedangkan, sang cucu ditemukan tewas di sekitar Pintu Air Bendungan Tamblang, dengan jarak kurang lebih 2,16 kilometer ke arah barat laut dari lokasi awal terseret arus, pada Rabu (8/4) pukul 07.00 WITA.
"Jenazah korban ditemukan oleh tim gabungan, masyarakat setempat dan keluarganya yang ikut dakam proses pencarian," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).
Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menyampaikan kedua korban hanyut di sungai Tukad Aye di Banjar Dinas Kanginan, Buleleng.
Hal ini bermula ketika kakek dan cucu mandi di sungai. Namun, tiba-tiba debit sungai meninggi akibat aliran dari hulu. Warga berusaha menolong, namun upaya penyelamatan gagal akibat derasnya arus sungai.
“Pada saat mandi, tiba-tiba aliran air sungai membesar. Cucunya lebih dahulu terseret arus, kemudian korban berusaha menolong, namun justru ikut terbawa arus,” katanya.
Kedua jenazah korban kini telah diserahkan kepada keluarga.





