Kemarau Panjang Dikhawatirkan Ganggu Produksi Pertanian

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

BMKG memperkirakan potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino akan terjadi pada tahun ini. Menanggapi hal tersebut, Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Aris Slamet Widodo, mengatakan, pentingnya kesiapan sektor pertanian dalam menghadapi kemarau panjang.

“Kesiapan sektor pertanian menghadapi kemarau panjang masih berbeda-beda. Sebagian wilayah sudah memiliki adaptasi seperti irigasi teknis dan penggunaan varietas tahan kering, tetapi banyak petani masih bergantung pada hujan sehingga sangat rentan," ungkap dia, Rabu (8/4).

Ia menyebut, kemarau panjang diprediksi memberikan dampak langsung terhadap produktivitas tanaman. Keterbatasan pasokan air dapat menurunkan hasil panen, bahkan menyebabkan gagal tanam di daerah yang tidak memiliki dukungan irigasi. 

Baca juga : Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Selain itu, kondisi kering juga berpotensi meningkatkan serangan hama serta menurunkan kualitas hasil pertanian. “Dampak paling terasa adalah penurunan hasil panen," ungkap dia.

Pada wilayah tanpa suplai air irigasi, kemarau panjang akan mengakibatkan gagal tanam, bahkan gagal panen. Selain itu, pada masa kering biasanya serangan hama seperti tikus dan wereng meningkat. 

"Kekeringan juga menyebabkan kualitas hasil menurun, seperti munculnya gabah hampa atau ukuran hasil yang lebih kecil,” imbuh dia.

Baca juga : Tragedi Karhutla 2015: Menilik Luasan Lahan Terbakar akibat Godzilla El Nino

Tanaman yang membutuhkan banyak air akan mengalami tekanan paling besar selama periode kemarau panjang, seperti tanaman padi dan tanaman hortikultura yang sensitif terhadap perubahan kelembapan tanah.

“Tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat juga sensitif terhadap kekeringan. Jagung terdampak terutama pada fase awal tanam, sementara tanaman perkebunan muda seperti kopi, kakao, dan kelapa sawit juga perlu diantisipasi, termasuk potensi kebakaran pada areal perkebunan,” terang Aris.

Ia juga menyampaikan, dampak kemarau panjang tidak hanya memengaruhi kuantitas hasil pertanian, tetapi juga kualitas serta keberlanjutan produksi. Pemerataan kesiapan dan distribusi informasi iklim yang akurat menjadi faktor kunci untuk meminimalkan risiko penurunan produksi pangan selama periode El Nino. (AT/I-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Naik ke Zona Hijau di Level 7.162
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Danantara Rombak Bisnis Gula BUMN: Sugar Co Jadi Produsen, ID Food Fokus Dagang
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Meski Tunda Serangan ke Iran, 70 Anggota Parlemen Desak Pemakzulan Donald Trump
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Dr. Tonic Tangkau Terpilih Aklamasi Pimpin Peradi SAI Surabaya Raya 2026–2031
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Mensesneg soal Prabowo Kumpulkan Semua Menteri-Eselon 1: Satukan Visi-Energi
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.