TikTok berencana mendirikan data center di Finlandia dengan investasi senilai Rp19,85 triliun.
IDXChannel—TikTok berencana untuk membangun pusat data (data center) keduanya di Finlandia dengan biaya investasi sekitar EUR1 miliar, atau sekitar Rp19,85 triliun, dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Melansir CNA (8/4/2026), pengumuman rencana investasi ini keluar menyusul tekanan dari negara-negara Eropa kepada perusahaan media sosial untuk melindungi anak-anak dari kecanduan algoritma media sosial.
TikTok mengatakan bakal menggelontorkan investasi baru senilai EUR1 miliar untuk membangun pusat data dengan kapasitas awal 50 megawatt (MW) dan total kapasitas potensial 128 MW di Lahti, Finlandia Selatan.
Reuters melaporkan investasi ini merupakan bagian dari inisiatif kedaulatan data Eropa senilai EUR12 miliar untuk memberikan perlindungan terdepan atas 200 juta lebih data pengguna di wilayah Eropa.
Finlandia telah menjadi magnet bagi pusat data karena perusahaan-perusahaan, termasuk Microsoft dan Google, berupaya menekan biaya energi dan memenuhi tujuan iklim.
Para raksasa teknologi tersebut tertarik dengan iklim dingin negara tersebut, penyediaan listrik berbiaya rendah dan rendah karbon, serta lingkungan regulasi yang stabil dan ramah bisnis di dalam Uni Eropa.
Meskipun Kementerian Pertahanan Finlandia telah menyetujui investasi tersebut pada 2024, para politisi belum diberitahu.
Menteri Urusan Ekonomi Finlandia saat itu, Wille Rydman, tahun lalu menyerukan agar proyek tersebut dipertimbangkan kembali karena kekhawatiran keamanan dan kurangnya keterbukaan seputar rencana perusahaan tersebut.
“Setidaknya, saya berharap perusahaan pengembang properti ini mempertimbangkan sekali lagi, apakah mereka benar-benar ingin TikTok menjadi tenant-nya,” kata Rydman, mengacu pada mitra lokal yang bekerja sama dengan TikTok.
TikTok menyatakan bahwa data pengguna Eropa saat ini disimpan dengan pengamanan yang telah ditingkatkan di tiga pusat data. Yakni di Norwegia, Irlandia, dan AS.
Pusat data pertama di Finlandia, tepatnya di Kouvola, akan beroperasi pada akhir tahun ini, dan yang kedua akan beroperasi pada 2027.
(Eugina Siregar)





