PBB Rilis Temuan Awal Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap temuan awal penyelidikan atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Tiga personel TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas dalam dua insiden terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026.

Melansir Viory, Rabu (8/4/2026), Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan bahwa satu dari dua insiden yang menewaskan prajurit Indonesia pada 29 Maret 2026 disebabkan oleh proyektil tank.

Proyektil tersebut merupakan amunisi utama kaliber 122 milimeter yang ditembakkan dari tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju wilayah Taiba. Korban dalam insiden ini adalah Kopda Farizal Rhomadhon.

Sebelum kejadian, PBB menyebut pihaknya sebelumnya telah membagikan koordinat posisi pasukan penjaga perdamaian kepada militer Israel (IDF) pada 6 dan 22 Maret.

Sementara itu, dua prajurit lainnya yang gugur pada 30 Maret 2026, yakni Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Serka M Nur Ichwan, tewas akibat ledakan alat peledak improvisasi (improvised explosive device /IED) yang dipicu kawat jebak

Baca Juga

  • SBY Desak PBB Setop Misi UNIFIL Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon
  • Prabowo Kecam Serangan di Lebanon yang Tewaskan 3 Prajurit TNI
  • RI Desak PBB Evaluasi Keamanan Misi Perdamaian Usai Prajurit TNI Gugur

Menurut temuan awal, bahan peledak tersebut kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hezbollah.

"Kami telah menyampaikan temuan tersebut kepada pemerintah Indonesia, Israel, dan Lebanon," ungkap Dujarric seperti dikutip Viory.

Dujarric juga mengatakan PBB akan membentuk dewan penyelidikan untuk masing-masing insiden sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Dujarric juga menyatakan keprihatinan PBB atas ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

"Tidak ada tujuan militer yang dapat membenarkan penghancuran menyeluruh terhadap infrastruktur suatu masyarakat maupun penderitaan yang disengaja terhadap warga sipil," tegasnya.

Adapun pada Rabu (8/4), AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Kedua negara saling berkomitmen, yakni AS menangguhkan serangan penuh dan Iran membuka Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam keterangan resminya bahwa gencatan senjata setelah melakukan dialog bersama Perdana Menteri Pakistan dan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir.

"Mereka meminta agar saya menahan penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu," katanya dikutip dari akun X Gedung Putih, Rabu (8/4/2026).

Trump menyatakan kesepakatan ini setelah kedua belah pihak mendapatkan tujuannya masing-masing, khususnya mengenai persamaan jangka panjang dengan Iran dan negara kawasan di Timur Tengah.

Trump menyebut telah menerima proposal yang berisi 10 poin dari Iran dan merupakan awal untuk bernegosiasi. Dia menjelaskan Pemerintah AS akan mengkaji proposal tersebut untuk memperoleh kesepakatan final.

"Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini semakin dekat menuju penyelesaian," jelasnya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Seyed Abbas Araghchi mengapresiasi upaya Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir agar menciptakan perdamaian antara Iran dengan AS.

Seyed menegaskan berdasarkan proposal yang telah diterima antara kedua negara, Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dilalui dengan aman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut Bulog: Kapasitas gudang masih tersedia untuk stok beras-jagung
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil BAC 2026: Alwi Farhan Menang Dramatis atas Justin Hoh
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kemensos Sosialisasikan DTSEN kepada 390 Peserta di Sidrap
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Aktifkan NFC untuk Naik MRT, LRT, dan KRL Pakai QRIS Tap, Praktis Tanpa Kartu
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
TPP ASN di Bangka Barat Terancam Hilang, Dampak Pembatasan Belanja Pegawai
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.