Baru-baru ini, sebuah kafe di Shandong, Tiongkok membuat heboh dunia maya karena memasang “aturan masuk” sepanjang sekitar 700 kata, yang mana di dalamnya bahkan mencantumkan larangan membuang stoking sembarangan. Pemilik kafe mengaku, berbagai perilaku tidak sopan pelanggan membuatnya sudah tidak tahan lagi.
EtIndonesia. Pada 4 April, seorang netizen mengunggah video tentang sebuah kafe bernama “Yi Nan Ping” di kawasan kota tua Qingzhou, Weifang. Di depan pintu masuk kafe tersebut terpajang aturan masuk yang panjang, berisi berbagai larangan seperti tidak boleh membuang stoking sembarangan hingga tidak boleh menangkap kura-kura kecil, yang membuat banyak orang penasaran.
Pembukaan aturan tersebut berbunyi: “Peraturan masuk (terpaksa ditulis karena tidak ada pilihan, benar-benar sudah tidak ingin banyak bicara lagi).”
Di dalamnya, pemilik kafe menyebut berbagai perilaku pelanggan yang mengganggu, seperti:
“Bagi pelanggan yang tidak mencuci kaki atau kakinya bau, bisakah tidak melepas sepatu di dalam ruangan? Bisakah tidak meletakkan kaki di atas kursi?”
近日,山東濰坊青州古城一家咖啡店,700字的進店須知包括「禁止亂丟絲襪」「禁止室內撈小烏龜」等等,引發熱議。 pic.twitter.com/aTGjpktfI5
— ying tang (@yingtan04410735) April 7, 2026Pemilik juga menyinggung pelanggan yang disebut “sosialita palsu”: “Setelah kalian mengganti stoking dan berdandan, bisakah kalian membawa pergi stoking dan bulu mata palsu kalian? Jangan membuat tempat ini berantakan, jangan mengganggu pelanggan lain yang ingin beristirahat. Saya mohon, bagi ‘sosialita palsu’, jangan datang ke sini, silakan ke tempat lain.”
Picu Perdebatan di InternetAturan ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan netizen.
Ada yang berkomentar:
“Melihat ini sampai ketawa—ada yang mencuri kura-kura, ada yang melepas sepatu, bahkan ada yang buang stoking dan bulu mata palsu.”
Sebagian netizen juga menunjukkan simpati terhadap pemilik kafe:
- “Agak kasihan dengan pemiliknya, ini pasti sudah mengalami banyak hal…”
- “Saya mendukung pemilik. Dia hanya ingin menjalankan usaha dengan baik dan menyediakan tempat yang bersih, berharap pelanggan juga bersikap bersih.”
- “700 kata itu pasti hasil akumulasi kejadian dalam waktu lama.”
- “Ini semacam peringatan dini terhadap perilaku tidak beradab.”
Ada juga yang menyebutkan:
“70 kura-kura kecil dicuri hingga tinggal setengah…”
Komentar lain menyindir:
“Di balik setiap aturan aneh, pasti ada alasan yang lebih aneh lagi.”
Pemilik Kafe: Terpaksa Melakukannya
Pada 6 April, pemilik kafe bermarga Liu mengatakan kepada media bahwa daftar aturan tersebut dibuat karena terpaksa, dan semua kejadian yang disebutkan benar-benar pernah terjadi.
Ia mengatakan: “Kami berusaha menjalankan kafe dengan baik, tapi ada pelanggan yang merokok di dalam ruangan, bermain kartu, melepas sepatu, bahkan meletakkan kaki di kursi. Bagaimana orang lain bisa duduk dengan nyaman?”
Ia juga mengungkapkan bahwa kolam ikan di kafe yang awalnya memiliki lebih dari 70 kura-kura, kini setengahnya telah dicuri. Bahkan ada pelanggan yang membuang teh, kulit biji-bijian, dan sampah ke dalam kolam, sehingga merusak lingkungan kafe.
Pemilik tersebut mengakui bahwa setelah aturan itu dipasang, perilaku tidak sopan memang berkurang. Namun, ia juga mendapat banyak kritik dari pelanggan karena tidak semua orang bisa menerima aturan tersebut.
Pengusaha Lain Ikut BerempatiKisah ini juga mendapat resonansi dari pelaku usaha lain:
- “Saya membuka restoran, dari 200 sendok sekarang tinggal 55…”
- “Saya juga mengalami hal buruk. Di kafe dua lantai saya, sering ada orang buang air besar di sudut luar lantai atas. Ada juga orang tua yang membiarkan anak buang air kecil di depan pintu, dan menolak minta maaf. Bahkan tanaman teratai di depan toko mati karena sering terkena air kencing…”
Laporan oleh Luo Tingting / Editor: Wen Hui





