FAJAR, MAKASSAR — LLDikti Wilayah IX menggelar Rapat Kerja Wilayah bersama pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan mengusung tema “Transformasi Pendidikan Menuju Perguruan Tinggi Berdampak dan Berdaya Saing Global”, Rabu, 8 April.
Kegiatan ini berlangsung di Harris Hotel & Conventions Ciumbuleuit Bandung, Jawa Barat. Dan dihadiri oleh 309 peserta dari berbagai PTS di wilayah kerja LLDikti IX.
Dalam forum strategis tersebut, Direktur Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) turut hadir bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi lainnya untuk membahas arah kebijakan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tantangan global serta kebutuhan masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si. dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai institusi akademik, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi.
“Transformasi pendidikan tinggi tidak bisa ditunda. Perguruan tinggi harus bergerak menuju ekosistem yang inovatif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kita ingin menciptakan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global dan kontribusi nyata di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset terapan, serta kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam menghadapi persaingan global.
Sementara itu, Direktur Polimerz, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes, dalam wawancara menyampaikan bahwa keikutsertaan institusinya dalam rapat kerja ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik.
“Forum ini menjadi ruang strategis bagi kami untuk menyelaraskan arah pengembangan institusi dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi. Polimerz berkomitmen untuk terus bertransformasi, khususnya dalam peningkatan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Polimerz tengah mendorong penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Transformasi bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret. Kami terus mendorong inovasi pembelajaran, digitalisasi sistem akademik, dan penguatan praktik lapangan agar lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Rapat kerja ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan kebijakan dan langkah strategis yang mampu mempercepat transformasi perguruan tinggi swasta di wilayah LLDikti IX, sehingga semakin berkontribusi dalam pembangunan nasional dan mampu bersaing di kancah global. (*)




