Dunia Tertipu? Lembaga Riset Ungkap Fakta Sebenarnya tentang “Penutupan” Selat Hormuz

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

ETIndonesia. Sebuah investigasi terbaru membalik pemahaman publik: Selat Hormuz sebenarnya tidak sepenuhnya diblokade. Penelitian menunjukkan bahwa banyak kapal tanker minyak tetap melintas dengan cara “berlayar secara tersembunyi”, seperti mematikan transponder atau memalsukan GPS, sehingga menciptakan “kabut elektronik” yang menyesatkan penilaian pasar.

Analisis juga menyebut bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran memanfaatkan situasi ini—di satu sisi menciptakan ketegangan untuk mendorong kenaikan harga minyak, di sisi lain menarik biaya dari kapal yang lewat. Setelah laporan ini dirilis, harga minyak internasional mulai turun secara signifikan.

Menurut investigasi terbaru dari Citrini Research, Selat Hormuz tidak benar-benar ditutup total seperti yang selama ini diberitakan.

Analis dari lembaga tersebut bahkan melakukan pengamatan langsung di pesisir Oman dan menemukan bahwa banyak kapal tanker masih terus mengangkut minyak mentah.

Laporan itu menyebutkan bahwa sekitar 50% lalu lintas kapal tanker “menghilang” dari sistem pelacakan publik. Hal ini terjadi karena kapal-kapal tersebut:

Teknik-teknik ini menciptakan “kabut elektronik” yang membuat pasar mengira selat tersebut benar-benar ditutup, sehingga memicu kepanikan dan mendorong lonjakan harga minyak.

Para analis juga menemukan bahwa pada kenyataannya, lalu lintas kapal dikendalikan oleh Garda Revolusi Iran. Kapal yang bersedia membayar biaya dan menerima pengawalan dapat melintas dengan lancar, sedangkan yang menolak berisiko dicegat atau diserang.

Laporan tersebut menegaskan bahwa “blokade selektif” ini memungkinkan Iran untuk:

Setelah laporan ini dirilis, harga minyak Brent turun dari sekitar 115 dolar AS menjadi sekitar 108 dolar AS.

Selain itu, laporan juga menyebut bahwa sejak konflik pecah, lebih dari 3 miliar dolar AS minyak mentah telah mengalir melalui selat tersebut menuju Tiongkok. Sebagian transaksi dilakukan menggunakan yuan, yang diduga dapat secara tidak langsung mendukung aktivitas militer Iran.

Laporan oleh Liu Jiajia dari New Tang Dynasty Television di Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arthur Tirta dan Rod Sutton Jadi Komisaris Baru MSIN, Berikut Profilnya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Bank Papua Makassar dan STIE AMKOP Perkuat Kolaborasi Kewirausahaan Mahasiswa
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak, Indonesia Didorong Percepat Transisi Energi
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Selain Ingin Jual Rumah, Okin Telah Berhenti Beri Nafkah ke Anak Sejak 2021
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Bupati Sidrap Keluarkan Edaran, ASN Stop Aktivitas Jelang Azan
• 5 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.