Bank Papua Makassar dan STIE AMKOP Perkuat Kolaborasi Kewirausahaan Mahasiswa

terkini.id
12 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Bank Papua Kantor Cabang Makassar bersama STIE AMKOP Makassar memperkuat sinergi strategis melalui penyelenggaraan Program Kelas Kolaboratif Kewirausahaan, sebagai bagian dari upaya menjembatani kebutuhan dunia pendidikan tinggi dengan dinamika sektor industri.

Program yang berlangsung di Theater Room AMKOP, Rabu 8 April 2026 ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik (real case), sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang kewirausahaan dan literasi finansial.

Inisiatif ini dipandang sebagai langkah konkret dalam merespons tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri secara ekonomi.

Bangun SDM Unggul dan Adaptif terhadap Perubahan Global Bank Papua Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa melalui Program Edukasi UMKM di STIE AMKOP

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi STIE AMKOP Makassar, Muhammad Saleh R, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perubahan ekonomi global.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan pemahaman langsung tentang dinamika dunia usaha. Kolaborasi dengan industri seperti Bank Papua menjadi sangat penting untuk menjembatani hal tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, program ini juga memiliki relevansi tinggi dengan kurikulum kewirausahaan yang diterapkan di STIE AMKOP, sehingga mampu memperkuat proses pembelajaran yang berbasis praktik.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan wirausaha baru,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Bank Papua memberikan nilai tambah karena memiliki pendekatan pembinaan UMKM yang terstruktur, aplikatif, dan berorientasi pada hasil.

“Kami tidak menggandeng perbankan sembarangan. Bank Papua memiliki konsep yang jelas dalam pengembangan kewirausahaan. Ini yang membuat kolaborasi ini menjadi sangat relevan,” jelasnya.

Selain itu, akses pembiayaan dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan usaha mahasiswa.

Bank Papua Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa melalui Program Edukasi UMKM di STIE AMKOP

“Kalau usahanya layak untuk dibiayai, tentu ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk berkembang,” tambahnya.

Dorong Transformasi Mindset Mahasiswa

Program ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi pola pikir mahasiswa, dari yang sebelumnya berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

“Ke depan, solusi terbaik adalah menciptakan mahasiswa menjadi pengusaha, bukan sekadar pekerja,” tegas Muhammad Saleh.

Pada tahap awal, program ini menargetkan sekitar 30 mahasiswa dalam satu semester. Namun, fokus utama tidak hanya pada jumlah peserta, melainkan pada perubahan mindset dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam memulai usaha.

“Yang paling penting adalah perubahan pola pikir. Mahasiswa harus menyadari bahwa ada pihak yang siap mendukung mereka, sehingga tidak perlu takut untuk memulai usaha,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan dan Output Nyata

Sebagai kolaborasi perdana, kedua pihak berkomitmen untuk mengembangkan program ini secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa serta perkembangan pasar.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Ke depan akan kita desain lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” kata Muhammad Saleh.

Ia juga menekankan pentingnya menghasilkan output nyata dari program tersebut.

“Kami ingin ada hasil konkret, di mana mahasiswa benar-benar berhasil menjadi pengusaha berkat dukungan kampus dan Bank Papua,” pungkasnya.

Adaptasi Rumah Edukasi UMKM ke Lingkungan Kampus

Sementara itu, Pemimpin Bank Papua, Alexander Iwan, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan dari inisiatif Rumah Edukasi UMKM yang selama ini rutin dijalankan oleh Bank Papua.

Program tersebut kemudian diadaptasi ke lingkungan kampus guna mendekatkan pembelajaran kewirausahaan kepada mahasiswa sebagai calon pelaku usaha masa depan.

“Sebenarnya ini hanya memindahkan aktivitas yang biasa kami lakukan di kantor ke kampus. Kami ingin mahasiswa bisa langsung mendapatkan pengalaman dan wawasan kewirausahaan secara praktis,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di dunia usaha.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berdiskusi langsung, brainstorming, serta berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM. Ini penting agar mereka memiliki gambaran nyata tentang dunia bisnis,” tambahnya.

Pendampingan Usaha hingga Akses Permodalan

Program ini menitikberatkan pada keberlanjutan usaha mahasiswa melalui sistem pendampingan berjenjang, mulai dari tahap perumusan ide hingga pengembangan bisnis.

Bank Papua menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membuka akses permodalan bagi mahasiswa yang memiliki usaha potensial.

“Kami melihat potensi besar dari mahasiswa sebagai calon entrepreneur masa depan. Melalui program ini, kami ingin berbagi pengalaman praktis sekaligus membangun relasi profesional yang berkelanjutan,” ujarnya.

“Kami berharap akan muncul entrepreneur muda dari program ini. Karena itu, kami siap mendukung, baik dalam permodalan maupun pendampingan usaha,” tegas Alexander Iwan.

Materi Komprehensif Berbasis Praktik

Program ini dirancang secara komprehensif dengan mencakup berbagai aspek penting dalam dunia usaha, antara lain:

* Pengembangan ide bisnis

* Manajemen keuangan

* Strategi packaging dan branding

* Perizinan usaha

* Strategi pemasaran

Pendekatan berbasis praktik diperkuat dengan pendampingan teknis berkelanjutan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di lapangan.

“Membangun usaha itu tidak hanya soal ide. Ada banyak aspek yang perlu dipahami, mulai dari keuangan hingga legalitas. Di sinilah pentingnya pendampingan,” ungkap Alexander Iwan.

Dengan terselenggaranya program ini, STIE AMKOP Makassar dan Bank Papua optimistis bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri dapat menjadi model strategis dalam mencetak wirausaha muda yang inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Rabu (8/4) Berpotensi Melemah, Simak Pilihan Saham dari Analis
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ahli Beberkan Risiko Konsumsi Kental Manis Sebagai Susu Harian
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Investor Dubai Berminat Tanamkan Modal di Bali, Banyak Hal Mendesak Diperbaiki
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Inovasi Perikanan Terintegrasi: Arsitektur Baru Ekosistem Maritim Indonesia
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai Karena Modal Minimum Kurang dari 12 Persen
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.