Gigi Berlubang pada Anak Apakah Menular? Waspada Bahaya Berikut Ini!

theasianparent.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bunda harus tahu, bahwa gigi berlubang pada anak bukanlah hal yang biasa. Karies atau gigi berlubang di usia dini sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Masalah Early Childhood Caries (ECC) paling banyak timbul karena kebiasaan menyikat gigi yang tidak teratur atau tidak benar, juga akibat konsumsi gula berlebihan.

Artikel Terkait: Jangan Tunggu Gigi Si Kecil Berlubang, Ini Cara Menyenangkan Merawat Gigi Apa Bahaya Gigi Berlubang pada Anak?

Seseorang biasanya akan memeriksa gigi ke dokter ketika ada rasa nyeri atau sakit yang tak tertahankan.

Padahal, kesehatan gigi akan lebih baik jika dijadikan perhatian sejak dini. Dokter spesialis gigi anak, Annisa Rizki Amalia menyayangkan bahwa di masyarakat, gigi jadi perhatian nomor sekian, termasuk dalam kesehatan anak.

Padahal, menurut Annisa, mulut dan gigi jadi jalan masuk makanan. Kondisi gigi berlubang pada anak berkaitan erat dengan gizinya. 

Ada beberapa bahaya yang mengintai anak, jika ECC tidak dicegah atau diatasi, yaitu:

1. Gigi Tetap Akan Tumbuh ‘Semrawut’

Gigi susu yang berlubang tak seperti gigi tetap, serta akan hilang dan mengakibatkan rahang anak mengecil.

Rahang yang mengecil ini membuat gigi tetap yang berada di bawah gigi susu tidak mendapat tempat untuk tumbuh.

Ini adalah satu di antara akibat gigi berlubang pada anak.

2. Kerusakan pada Gigi Tetap

Pada gigi susu yang berlubang, lama-kelamaan ia akan membusuk dan membuat gigi tetap di bawahnya rusak.

Biasanya, akan timbul bisul pada gigi yang berlubang.

Oleh karenanya jika gigi berlubang pada anak sudah dialami sejak kecil, maka saat ia dewasa gigi tetapnya juga akan berlubang.

3. Menganggu Kesehatan Organ Tubuh Lainnya

Percaya atau tidak, gigi yang tidak sehat dapat membawa pengaruh pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan kesehatan gigi dan mulut bisa menjalar ke gangguan kesehatan lain seperti infeksi telinga atau sinus.

Annisa mengatakan, pembuluh darah di sekitar gusi tidak memiliki penutup sehingga jika kotor, bakteri dapat turut serta aliran darah hingga masuk ke kepala. Pada anak berkebutuhan khusus, masuknya bakteri bisa menghambat perawatan mereka.

Ia bercerita bahwa dirinya pernah mengangani pasien anak yang mengalami bengkak di wajah akibat masalah gigi. Tubuhnya menguning tanda hati sudah turut terinfeksi bakteri. Karena itu lah, permasalahan gigi pada anak tak semestinya diabaikan. Infeksi bakteri dapat menyebabkan sepsis atau infeksi seluruh tubuh.

4. Anak Kekurangan Nutrisi

Saat gigi berlubang pada anak sudah menjadi masalah, dimana anak merasa kesakitan dan cenderung tidak mau mengunyah, bahkan makan. Hal ini tentu menyebabkan anak kekurangan nutrisi sehingga berat badannya menurun.

Bahkan ada pula anak yang merasa kesakitan dan hanya mau makan makanan yang manis saja. Padahal ini sama saja menambah parah kondisi gigi. Ia menganjurkan sebaiknya orangtua membiasakan anak membersihkan gigi saat pagi dan sebelum tidur. Menyikat gigi dapat dimulai dari usia 6 bulan.

Sebelum gigi anak tumbuh pun, ibu dapat membersihkan gusi anak dengan jarinya atau kain waslap yang lembut. Ibu juga dapat membasuh mulut anak dengan ASI. Menurut Annisa, hal ini dapat membuat anak terbiasa dengan benda yang masuk untuk membersihkan mulutnya.

Apakah Gigi Berlubang Bisa Ditularkan?

Gigi berlubang bisa ditularkan. Namun, gigi berlubang tidak menular seperti flu, tetapi bakteri penyebabnya bisa berpindah dari orang dewasa ke anak lewat air liur. Misalnya, saat berbagi sendok, mencicipi makanan dengan alat yang sama, atau mencium bayi di mulut.

Healthline menjelaskan bahwa bakteri penyebab penyakit gigi dapat menyebar melalui saliva, sementara Medical News Today juga menyebut bakteri penyebab cavity bisa ditransmisikan lewat berbagi makanan/minuman atau kontak saliva lainnya.

Hal ini juga dijelaskan oleh drg. Joshua Calvin, Sp.KGA. Dokter yang akrab disapa Uncle Jo ini menjelaskan bahwa bakteri Streptococcus mutans yang sebabkan gigi berlubang bisa hidup di dalam mulut.

“Bakteri bisa berpindah-pindah dari mulut kita ke mulut anak lewat kebiasaan sehari-hari seperti mencium anak, meniup makanan anak, atau berbagi alat makan dengan anak,” ungkapnya seperti dilansir dari laman Kumparan.

Jadi, pada anak, risiko utamanya bukan “lubang gigi” yang langsung menular, melainkan bakteri yang memicu karies.

Karena itu, orang dewasa dengan gigi berlubang atau kebersihan mulut yang buruk sebaiknya menghindari kebiasaan seperti menjilat sendok anak, meniup makanan, atau berbagi alat makan agar penularan bakteri tidak terjadi.

Mulai sekarang kita lebih memerhatikan kesehatan gigi anak sejak dini ya, Bunda.

***

Apakah Nanas Muda Bisa Efektif Mencegah Kehamilan? Ini Faktanya!

14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit

Bocah 14 tahun terserang stroke, tak bisa berjalan dan berbicara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov NTB Siapkan KUR Rp10 Miliar untuk Calon Pekerja Migran demi Tekan Praktik Nonprosedural
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Novel Baswedan Terkejut Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditur Militer: Bukankah Korban Belum Diperiksa?
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Usai Rumahnya Digeledah KPK, Dirut PDAM Suyoto Enggan Berkomentar Banyak
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Jusuf Kalla Yakin Jokowi Akan Tunjukkan Ijazah Asli untuk Akhiri Polemik
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Cegah Stunting, Hankook Beri Edukasi Ibu-Ibu dan Donasi untuk Layanan Kesehatan
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.