Danantara Indonesia tengah merombak struktur bisnis industri gula BUMN. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan saat ini terdapat dua entitas yang mengelola pabrik gula, pabrik gula di bawah ID Food dan pabrik gula PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co.
Dony mengatakan, ke depan kedua lini tersebut akan dikonsolidasikan melalui proses merger, bisnis gula akan ada di bawah satu entitas produsen, sementara distribusi dan perdagangan dipusatkan pada ID Food.
“Kita ingin melakukan proses konsolidasi dengan melakukan merger, penggabungan dari ID Food ke PGN (SGN). Tujuannya adalah PGN (SGN) akan fokus menjadi manufacturer company, jadi akan menjadi agriculture manufacture company untuk gula dan juga tanaman yang lainnya. Tetapi ID Food akan fokus bisnisnya menjadi trading company,” kata Dony dalam Raker dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (8/4).
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Ghimoyo, menuturkan perubahan ini membuat ID Food akan menyerap seluruh produksi gula dari Sugar Co untuk kemudian didistribusikan ke pasar. Dengan skema tersebut, ID Food tidak lagi berfokus pada produksi, tetapi memastikan seluruh hasil produksi terserap oleh pasar.
“Jadi kita serahkan pabrik, SGN serahkan produknya untuk kita jual karena kita nanti akan mengarah kepada BUMN perdagangan. Sehingga kita bisa menguasai sekitar 47 persen market share nasional,” jelasnya.
Selain itu, restrukturisasi ini juga diharapkan memperkuat sinergi BUMN pangan dari hulu hingga hilir. SGN akan fokus pada produksi, sementara ID Food mengelola perdagangan dan distribusi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Dengan struktur kepemilikan yang lebih rapi ini, kami optimis sinergi antara BUMN pangan akan lebih semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional,” tutupnya.





