Strategi Jababeka Infrastruktur (KIJA) Perkuat Standar Kawasan Hijau

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jababeka Tbk. (KIJA) melalui entitas anak usaha, PT Jababeka Infrastruktur secara konsisten mengembangkan kawasan industri hijau di tengah meningkatnya standar regulasi dan tekanan global terhadap praktik kawasan industri yang lebih berkelanjutan.

Pengelola Kawasan Industri Jababeka Cikarang tersebut telah memenuhi regulasi yang mencakup efisiensi sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, serta program sosial yang terintegrasi yang memenuhi peringkat proper hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia. 

Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan telah meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan antara lain dengan pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (WWTP) yang memastikan kualitas efluen sesuai baku mutu lingkungan.

Selanjutnya pengembangan mini scale recycle effluent WWTP untuk pemanfaatan kembali air hasil olahan sebagai air non potable, pengendalian emisi melalui efisiensi energi dan praktik operasional ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah berbasis prinsip ekonomi sirkular.

“Seluruh strategi keberlanjutan ini dijalankan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, sektor swasta, dan media, difasilitasi melalui forum City Council Jababeka sebagai ruang dialog lintas pemangku kepentingan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (8/4/2026).

Dia melanjutkan pihaknya mengupayakan untuk tidak sekadar memenuhi, tetapi juga melampaui standar yang ditetapkan dari instrumen evaluasi lingkungan yang ditetapkan oleh KLH/BPLH untuk mendorong perusahaan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. 

Adapun peringkat hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan melampaui ketentuan yang dipersyaratkan, termasuk pelaksanaan sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan sumber daya yang efisien, serta implementasi program pemberdayaan masyarakat yang terstruktur dan berdampak nyata.

Perseroan juga tercatat telah mengantongi sebanyak 6 kali peringkat proper hijau.

“Ke depan kami akan menggenjot inovasi teknologi ramah lingkungan dalam memperluas dampak sosial kawasan industri secara jangka panjang,” imbuhnya.

Adapun entitas induk usaha yakni KIJA berhasil meraih kinerja positif dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,14 triliun sepanjang 2025. Pencapaian ini mengalami kenaikan 12% dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, pilar land development & property perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,45 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp2,56 triliun pada 2024.

Sementara pendapatan dari pilar infrastruktur berkontribusi sebesar Rp2,56 triliun atau mencerminkan pertumbuhan 4% yoy. Subsegmen terbesar dalam pilar ini berasal dari pendapatan pembangkit listrik yang tercatat sebesar Rp1,81 triliun (tumbuh 54%), terutama karena adanya peningkatan pembelian listrik dari pengguna industri di Cikarang dan Kendal. 

Kemudian jasa & pemeliharaan (air, limbah, dan estate) tercatat tumbuh 5% menjadi Rp521,1 miliar sebagai hasil dari kenaikan permintaan di Kendal.

Sedangkan subsegmen dry port mengalami penurunan pendapatan sebesar 9% akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani. 

Di sisi lain, pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur menyumbang 50% dari total pendapatan pada tahun 2025, atau meningkat dari posisi tahun 2024 yang tercatat sebesar 41%.

Pilar Leisure & Hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp124,8 miliar pada tahun 2025 dibandingkan Rp129,1 miliar pada tahun 2024. Segmen golf tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp82,5 miliar pada tahun 2025, atau sekitar 66% dari total pendapatan pilar ini. 

Dengan demikian, KIJA mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 857,1 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya senilai Rp770 miliar. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potensi 1 Juta Kasus Kematian Karena TBC, Penemuan Kasus Masih Minim
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Memahami Peran Sentimen Pasar: Kunci Utama Mengidentifikasi Tren Trading
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Prakiraan Cuaca Surabaya 8 April, masih Diwarnai Potensi Hujan Ringan
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Berhasil Sembuh dari Kanker, Ini Makanan yang Dihindari Aldi Taher
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Pencarian Korban Longsor Sembahe Disetop Sementara
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.