Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan antara 13 hingga 17 persen menyusul pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
Data perdagangan Rabu (8/7/2026) pagi menunjukkan dampak langsung dari kesepakatan tersebut terhadap pasar energi global.
Donald Trump Presiden AS mengumumkan pada Selasa (7/4/2026) malam bahwa ia menyetujui gencatan senjata bilateral dengan Iran.
Dalam pengumuman tersebut, Trump menekankan bahwa Iran berkomitmen untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi akses vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Dilansir dari Antara, dampaknya langsung terlihat di pasar: pada Rabu pukul 00.17 waktu setempat, harga minyak mentah Brent berjangka Juni turun 12,6 persen menjadi 91,92 dolar AS per barel (sekitar Rp1,56 juta), menandai pertama kalinya sejak 23 Maret Brent jatuh di bawah angka 92 dolar AS.
Sementara itu, minyak mentah WTI berjangka Mei merosot lebih tajam, sebesar 16,6 persen, menjadi 94,10 dolar AS per barel (sekitar Rp1,6 juta). Analis pasar menyebut penurunan harga ini sebagai respons pasar terhadap prospek stabilitas di Timur Tengah yang lebih tinggi akibat gencatan senjata dan jaminan keamanan pelayaran.
Gencatan senjata ini diyakini meringankan kekhawatiran investor global terhadap gangguan pasokan minyak, yang selama ini menjadi faktor utama fluktuasi harga di pasar internasional. (ant/saf/ipg)




